Mohon tunggu...
Wahyu Sapta
Wahyu Sapta Mohon Tunggu... Penulis - Penulis #Peraih Best In Fiction Kompasiana Award 2018#

Menyatulah dengan alam, bersahabatlah dengan alam, ikuti alirannya, lalu kau rasakan, bahwa dunia itu indah, tanpa ada suatu pertentangan, damai, nyaman, teratur, seperti derap irama alam berpadu, nyanyian angin, nyanyian jiwa, beiringan, dekat tapi tak pernah berselisih, seimbang, tenang, alam, angin, jiwa, mempadu nyanyian tanpa pernah sumbang...

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

[RTC] Syair Bunga Waru

25 November 2017   21:30 Diperbarui: 25 November 2017   21:50 2238
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Syair Bunga Waru (dokpri)

tak kumengerti saat ada bunga waru jatuh di pangkuan,

pertanda senang atau sedih, tetapi aku berharap ada ceria, bukan resah,

sejenak kupandang bunga waru dengan bening hati, ada dua kuntum,

itu aku dan kamu?

pada langit aku bercerita, ada pesan rindu untukmu, terbawa angin lalu berlalu,

kau tak jua membalas pesan itu, lalu di bening hati aku menjawabnya, kau baik-baik saja, 

kataku,

menyamankan hati?

lalu pertanda daun waru menjawabnya seolah berkata, "hei, aku serupa dirinya!"

ah, mimpi!

seperti sesuatu yang mendorongku jatuh, aku bangun dengan keringat dingin dan jantung berdebar,

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun