[caption id="attachment_334117" align="aligncenter" width="624" caption="Tak ada manusia anti kritik, karena manusia memang tak sempurna. Ilustrasi: kartun.inilah.com"][/caption]
Waduh... sudah banyak iklan, tulisan banyak yang ketutup oleh iklan, apa boleh buat. Dilema sebuah web yang mau bertahan hidup, tak ada iklan, tak jalan. Banyak iklan terasa terganggu, ya santai aja deh, buat apa diambil pusing. Mau nulis silahkan, mau berhenti silahkan, mau minggat juga silahkan, tak ada yang melarang dan tak ada yang merintah. Ini memang blog keroyokan, ya pakai rame-rame, patah tumbuh hilang berganti, mati satu tumbuh seribu.
Lalu menjadi males untuk menulis? Ya tak apa-apa. Lalu tetap menulis? Ya tak apa-apa juga. semuanya terserah anda. Anda tak suka web dengan banyaknya iklan? Sementara iklan tersebut membuat sebuah web tetap hidup. Oke, oke iklan mesti ditata, bukan asal terlihat, tumpang tindih dengan tulisan yang sedang dibaca pada sebuah artikel, ya sangat mengganggu. Lalu mau bagaimana? Ya terserah anda.
Anda merasa terganggu dengan iklan yang menutup judul-judul tulisan? Atau anda terganggu karena sedang asik membaca artikel lalu tertutup oleh iklan? Atau anda terganggu dengan iklan yang menutup dua pertiga layar di halaman depan anda? Atau anda terganggu dengan banyak iklan hingga ketika membuka artikel menjadi "lelet"? Bila jawabannya "iya", sama dong! Bila jawaban " tidak" ya tidak dong! Loh kok ngawur gitu sih, ya tak apa-apa juga. Ini mau kemana sih? Ya tak kemana-mana.
Maunya apa sih? Ya tak mau apa-apa.
Loh kok nulis? Ya nulis aja.
Iseng ya? Iya kali!
Tulisan tak bermutu! Biarin aja, santai aja.
Ketika menulis harus punya keberanian untuk dikritik, untuk beda pendapat dan siap untuk di bully. Dunia maya yang menggurita dan siapapun boleh menulis, mau serius, santai, iseng dan lain sebagainya, bebas, sebebas jalan di padang pasir, mau menuju ke mana saja, terserah anda. Sebebas berlayar di lautan lepas, mau kemana perahu anda berlayar, tak ada larangan atau sebebas anda menghirup udara pagi yang menyegarkan.
Tapi hati-hati, banyak "ranjau" yang bisa menyeret anda ke pengadilan, bebas,  boleh-boleh saja, tapi tetap ada rambu-rambu yang tak terlihat dan mungkin saja tak terbaca oleh anda. Karena setiap peraturan atau perundang-undangan yang telah ditetapkan atau telah  diberlakukan, anda baca atau tidak, anda sudah dianggap mengetahuinya! Silahkan anda bilang" saya belum baca!" Tapi anda sudah dianggap mengetahuinya. Anda boleh mengelak dengan berkata" saya belum tahu aturan itu" tapi tetap ada bisa dijerat karenannya.
Hai jangan nakut-nakutin dong!