Rob adalah banjir yang diakibatkan air laut pasang dan menggenangi daratan disekitarnya. Desa Randusanga wetan dan Randusanga kulon Kabupaten Brebes mengalami rob, karena memang dekat dengan laut utara yaitu Pantai Randusanga.
Rumah warga banyak yang tergenang air laut sejak akhir mei hingga sekarang belum surut. Hanya beberapa rumah yang sudah membuat tanggul di depan rumah sehingga air tidak sampai masuk ke rumah tapi tetap menggenangi halaman sebatas mata kaki.
Bahkan rumah di sekitar Randusanga masih banyak dengan bangunan cukup memprihatinkan, hanya dari anyaman bambu ataupun papan dengan lantai masih tanah. Keadaan ini makin mengenaskan saat terjadi rob, terlihat dari luar banyak yang terlihat tidak layak huni apalagi kalau melihat ke dalam.
Keadaan warga yang masih banyak dalam tingkat ekonomi menengah ke bawah. Sehingga untuk membuat tanggulpun mereka tidak mampu karena butuh biaya yang banyak.
Hingga kemarin (1/6) warga yang terkena rob belum dapat sentuhan bantuan baik dari pemerintah ataupun relawan. Akhirnya kemarin para relawan Brebes turun ke daerah Randusanga dan melihat langsung keadaan di sana, dari kegiatan tersebut akhirnya para relawan cepat bergerak.
Gerakan relawan ada yang melalui tulisan ataupun membagikan berita rob ke berbagai media sosial. Dari gerakan tersebut akhirnya banyak bermunculan bantuan baik berupa uang ataupun berniat memberikan sembako dan lainnya melalui para relawan dan badan amal.
Seperti pagi ini ada aksi lapangan pergerakan Tim Nasi Bungkus Sarapan Pagi (Nabung Sarpa) yang dikoordinasi oleh salah satu kompasianer Brebes Lukman Nur Hakim. Kegiatan ini hasil dari donasi banyak pihak, untuk kelanjutannya akan ada bantuan sembako juga untuk warga.
Pemerintahan Desa Randusanga mulai mengelola dapur umum untuk warga. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes ikut turun membantu warga korban rob dengan memberi berbagai bantuan baik materiil maupun moril.