Negara-negara Global tentunya sedang dihadapi dengan tantangan yang sama. Pasca Pandemi Covid-19 yang membuat semua Negara mengalami krisis, kini Climate Change (Perubahan Iklim) yang menjadi permasalahan serius. Hal tersebut juga tentunya dialami oleh Indonesia.Â
Pada Tahun 2023, Indonesia telah dihadapi berbagai permasalahan lingkungan yang mengkhawatirkan. Beberapa daerah di Indonesia telah mengalami Global Warming (Pemanasan Global) atau peningkatan suhu cuaca yang extreme dan hal tersebut juga menyebabkan kualitas udara Indonesia semakin hari kian memburuk.
Akhir-akhir ini kualitas udara di Indonesia seringkali menjadi perbincangan publik di berbagai media, ini disebabkan oleh hujan yang juga tak kunjung datang dan bukan hanya satu atau dua daerah yang diberitakan memiliki permasalahan udara.Â
Dimulai dari Jakarta yang terlihat berasap dan berkabut, hingga Gedung-gedung pencakar langitpun sudah tak lagi terlihat dikarenakan tertutup oleh polusi udara.Â
Banyak masyarakat yang telah terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) sehingga Kemenkes dan para dokter memberi himbauan kepada masyarakat untuk memakai masker kembali.
Tidak hanya Jakarta, dilansir dari artikel CNN Indonesia (02 Oktober 2023, 13:40), Sumatera Selatan tepatnya di Kota Palembang telah menduduki tempat nomor 1 sebagai kota yang memiliki kualitas udara terburuk. Hal yang terjadi di Sumatera Selatan, berdampak dari asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang  telah terjadi, salah satunya adalah kebakaran yang terjadi di sepanjang tol Palembang-Indralaya pada hari Kamis tanggal 09  September 2023 lalu.Â
Kondisi ini dapat terlihat di beberapa foto dan video yang diambil pengendara yang telah tersebar di media sosial. Bagian kiri dan kanan tol tampak dilahap oleh si jago merah. Meskipun api telah padam dan kebakaran yang terjadi telah usai, asap dari kebakaran lahan tersebut masih meninggalkan asap yang membekas untuk waktu yang lama.
Lalu, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kalimantan dan tersebar di beberapa titik tepatnya di Kalimatan Selatan dan Kalimatan Tengah. Dapat kita baca diberita yang telah beredar, ada 12 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus Karhutla yang terjadi di Kalimantan Tengah.Â
Pemerintah Kalimantan telah menetapkan tanggap darurat Karhutla dalam jangka waktu 10 hari kedepan dimulai dari tanggal 6 Oktober hingga 15 Oktober 2023.Â