Mohon tunggu...
umarhidayatullah
umarhidayatullah Mohon Tunggu... Relawan - Jurnalis

Have curious mind

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Mengenal Teori Psikoanalisis dan Tiga Sistem Jiwa

26 November 2024   13:20 Diperbarui: 26 November 2024   16:31 27
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Id, Ego, Superego (sumber: https://www.simplypsychology.org/psyche.html)

Teori psikoanalisis adalah teori yang dikemukakan oleh Sigmund Freud untuk mengetahui sebab akibat emosional yang terjadi dalam perkembangan kejiwaan manusia

Sigmund Freud mengemukakan tentang gagasannya bahwa kepribadian manusia begitu rumit

Namun dia menemukan tiga komponen dalam jiwa manusia yaitu Id, Ego, dan Superego 

Id

Id adalah dorongan naluri dasar manusia yang berhubungan dengan pikiran tidak sadar manusia dan hanya bersifat memenuhi prinsip kesenangan manusia itu sendiri Id terlibat dalam proses berpikir primer, yang primitif, tidak logis, tidak rasional, dan berorientasi pada fantasi.

Id terdiri dari dua jenis naluri, pertama  naluri seks (hidup) yang disebut Eros dan naluri agresif (kematian) yang disebut Thanatos.

Eros, atau naluri hidup, membantu individu untuk bertahan hidup; ia mengarahkan aktivitas yang menopang kehidupan seperti bernapas, makan, dan seks. Energi yang diciptakan oleh naluri hidup dikenal sebagai libido.

Sebaliknya, Thanatos, atau naluri kematian, dipandang sebagai serangkaian kekuatan destruktif dalam diri semua manusia.

Ketika energi ini diarahkan keluar kepada orang lain, ia diekspresikan sebagai agresi dan kekerasan. Freud percaya bahwa Eros lebih kuat daripada Thanatos, sehingga memungkinkan orang untuk bertahan hidup daripada menghancurkan diri sendiri.

Superego

Superego terletak dalam alam tidak sadar manusia, sistem ini sebagai kebalikan dari Id yang berdasarkan prinsip kesenangan akan tetapi dalam superego manusia mengenal dengan nilai-nilai moral, adat istiadat dan ajaran agama yang dianut manusia tersebut yang didapatnya dari ajaran-ajaran yang diajarkan kepadanya

Superego beroperasi berdasarkan prinsip moralitas dan memotivasi kita untuk berperilaku dengan cara yang bertanggung jawab dan dapat diterima secara sosial.

Superego dipandang sebagai pemberi ganjaran (perasaan bangga dan puas) dan hukuman (perasaan malu dan bersalah), tergantung pada Ego yang melaksanakan.

Sebagai contoh dalam Id manusia hanya mengenal bagaimana memuaskan naluri dasar manusia saja seperti makan, minum dan berhubungan seksual namun dalam Superego terletak tata krama makan seperti makan sambil duduk menggunakan tangan kanan dan lain sebagainya

Ego

Ego disinilah tempat pertikaian antara Id dan Superego berlangsung. Ego ini yang menimbang antara keinginan Id dan nilai-nilai moral Superego dan menjunjung tinggi prinsip realitas yang terletak dalam alam sadar manusia

Dengan kata lain Ego menahan keinginan Id yang tidak dapat diterima menurut moral dan menyesuaikan prinsip ajaran superego dengan kebutuhan kesenangan sesuai prinsip Id

Orang dengan kecenderungan Id yang mendominasi akan berperilaku impulsif, tidak terkendali, atau bahkan kriminal

Sebaliknya orang dengan kecenderungan Superego yang dominan akan bertindak seperti sangat moralistik tertutup dan menghakimi

Contoh hubungan Id, Superego dan Ego

Id : Dua muda-mudi yang sedang jatuh cinta dengan semangat dan gairah seksual yang sedang tingginya ingin sekali untuk saling melampiaskan hasratnya tersebut

Superego : Tindakan tersebut bertentangan dengan ajaran dan moral yang berlaku di masyarakat selain itu hal tersebut dapat merusak kesucian dan merusak keturunan karena anak yang lahir dari hasil hubungan seperti itu tidak akan diakui oleh negara dan juga rentan penularan penyakit kelamin

Ego : Dua muda-mudi yang sudah matang dan dewasa itu tetap akan saling memadu kasih namun dengan menunda kesenangannya tersebut setelah mereka berdua menikah secara resmi

Kepribadian yang sehat adalah hasil daripada Id dan Superego yang seimbang seiring berjalannya waktu komposisi antara satu sama lain juga akan berubah namun Ego akan terus menimbang dan untuk menjadikan hidup yang berkualitas komponen Id dan Superego harus selalu sama rata.*** 

Sumber : 

  • verywellmind.com

  • Explore Psychology

  • simplypsychology.org

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun