Hukum logika ibarat rambu rambu lalulintas maka bila orang mau berpikir secara sehat dalam artian tertib,tertata dengan memakai akal ia mesti memakai rambu rambu yang telah ditetapkan agar tidak tersesat dan jatuh pada berspekulasi tanpa dasar logika
Disamping itu kita harus tertib definisi, Artinya mengenal definisi segala suatu dan tidak semena mena melanggarnya atas nama logika,sebab fungsi logika adalah alat untuk berpikir secara sistematis dan bukan untuk membunuh definisi sesuatu yang telah ditetapkan dan disepakati
Contohnya permainan catur,kita bermain catur itu memakai logika tapi sebelum permainan catur dilakukan maka aturan catur harus disepakati terlebih dahulu termasuk definisi tiap pion catur.Jangan sampai ketika anda di skakmat lalu protes ; kenapa langkah kuda berbentuk L ? ...lha itu kan definisi pion kuda yang disepakati ..
Nah kalau Tuhan masuk kedalam permainan logika manusia itu sudah biasa,Tuhan di logikakan dalam filsafat oleh para filsuf itu ketika definisi Tuhan sudah disepakati hingga para filsuf tidak lagi mempersoalkan Apa Siapa Tuhan secara definitive baik yang percaya termasuk yang tidak percaya
Dan,karena bila sesuatu itu tidak memiliki definisi atau definisinya tidak jelas-samar maka itu akan sulit masuk dalam permainan logika
Definisi Tuhan yang umum,disepakati diantaranya adalah "maha pencipta" dengan kata lain diberi atribut sebagai "Tuhan" itu karena Ia memiliki atribut  maha pencipta,bila tidak setuju dengan definisi Tuhan maka tidak usah bermain logika memakai istilah "Tuhan"
Nah ketika kita membicarakan Tuhan maka definisi tentang Tuhan tentu mesti dipakai kalau tidak maka istilah "Tuhan" tidak bermakna di logika kan atau masuk dalam skema permainan logika
Saya bermain logika tentang wujud Ada atau wujud benda atau apapun yang sifatnya diciptakan atau dibuat. Secara hukum logika sesuatu yang Ada mustahil berasal dari yang tidak Ada.Mustahil yang tidak ada bisa mewujudkan Ada.Yang ada mesti memiliki pencipta atau pembuat
Lalu ada orang yang bermaksud kick balik ;
Kalau begitu siapa yang menciptakan Tuhan ?
Pertanyaan seperti itu sepertinya sudah berumur ribuan tahun,menjadi pertanyaan filsafati (karena tercantum dalam filsafat) dan dipakai untuk kick balik ketika orang bermain logika tentang ciptaan Tuhan yang harus ada pembuatnya-tak bisa berasal dari tiada