Mohon tunggu...
Ujang Ti Bandung
Ujang Ti Bandung Mohon Tunggu... Wiraswasta - Kompasioner sejak 2012

Mencoba membingkai realitas dengan bingkai sudut pandang menyeluruh

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Meraih Filosofi Kebahagiaan dari Membingkai Masa Silam

24 Juli 2018   07:39 Diperbarui: 24 Juli 2018   08:26 387
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Images : Reality Melerai Fantasy-wordpress.com

Siapa yang tak suka mengenang masa lalunya,apalagi bila itu kenangan indah yang membahagiakan.dan ada banyak cara seseorang mengenang masa lalunya yang berkesan,ada yang dengan memasang foto foto,ada yang menyimpannya dalam bentuk film atau yang mengenangnya melalui nyanyian atau dengan cara mengunjungi tempat dimana ia mengalami masa masa indah itu.tetapi semua tentu akan cenderung merasa betapa masa masa indah itu hanya sesaat saja mereka alami.atau terkadang seseorang merasakan kehampaan yang teramat sangat kala merasa telah kehilangan semua apa yang telah dialaminya di masa silam

Apalagi kala kita tengah dalam suasana hati yang kelam atau merasakan kehampaan hati yang teramat sangat sehingga menggerus semangat hidup kita maka kenangan akan masa kecil yang penuh dengan keceriaan dan sukacita bak bayangan surgawi yang pernah kita alami dan kita akan merasakan kerinduan yang teramat sangat akan suasana saat itu.masa kecil memang saat dimana seorang manusia belum disentuh oleh kecemasan,keresahan,kegelisahan serta kehampaan,kebahagiaannya nampak begitu sempurna.itu sebab siapapun yang telah mengalami pengalaman hidup yang panjang dan merasakan banyak suka duka kehidupan akan cenderung merindukan saat saat masa kecil nya dulu

Tetapi cara apapun yang dilakukan seseorang untuk mengenang masa lalunya hal itu tidaklah akan mengembalikan nya pada keadaan persis seperti dulu lagi,karena hukum kehidupan pasti terkait ruang-waktu membawa kita terus kedepan menuju ke ujung kehidupan yang bernama kematian sehingga seperti suatu kesia siaan kalau seseorang terus menerus mengenangnya atau bahkan menangisinya karena suasana indah itu telah hilang dari kehidupannya

Tetapi ada cara untuk mengabadikan semua kenangan indah kita itu yaitu dengan membingkainya dengan bingkai MAKNA.'makna' adalah sebuah tahapan tertinggi dari hierarki ilmu pengetahuan,ia berada diatas logika logika yang biasa bermain diatas kepala itu.dan tempat untuk menyimpan serta mendalaminya adalah didalam kalbu-wilayah hati bagian dalam.dalam ranah agama disebut sebagai 'ilmu hikmat'.memang jarang yang mengenal 'makna' sebagai sebuah bagan ilmu pengetahuan kecuali tentu bagi yang telah mendalami serta memahaminya

Dengan membingkai masa lalu kita dengan makna makna maka kita akan mengenal secara mendalam apa itu kebahagiaan dan penderitaan yang dulu saat kita masih kecil kita belum memahaminya dan setelah kita mengenalnya maka itu dapat kita gunakan sebagai cermin menuju melangkah ke masa depan. dari membingkai masa lalu itu dan membandingkannya dengan berbagai penderitaan yang telah dialami itu maka kita dapat memiliki 'filosofi kebahagiaan' yang kuat, artinya memiliki orientasi yang kuat untuk memiliki kebahagiaan atau memiliki keinginan yang kuat untuk mendekap kebahagiaan itu selamanya andai bisa,dan ini akan mewarnai bagaimana ia menjalani kehidupannya kedepan.bagi orang yang beriman itu akan mewarnai serta memperkuat harapan harapannya akan kehidupan abadi yang bahagia di alam akhiratnya

Sebaliknya bagi seorang yang tidak memiliki 'cermin kebahagiaan masa lalu' maka akan cenderung menjalani kehidupannya apa adanya-secara datar-tanpa filisofi-tanpa diwarnai idealisme kebahagiaan yang kuat,dan orang seperti ini mudah jatuh kepada melakukan kesalahan kesalahan atau bahkan tindakan tindakan kriminal yang berujung menghantarkannya pada penderitaan

Orang orang yang ber tabiat sadis,pelaku kriminal yang bengis,orang orang yang kejam yang tidak memiliki nurani-yang mudah melakukan penganiayaan terhadap sesama atau orang yang hatinya dipenuhi sifat sifat buruk seperti sombong,iri,dengki,riya,takabur dlsb.adalah contoh orang orang yang sebenarnya tidak memiliki filosofi kebahagiaan yang kuat,mereka bukan tipikal orang orang yang menghargai kenangan indah masa kecilnya atau orang orang yang ditengarai kemungkinan tidak mengalami masa kecil yang membahagiakan. lalu orang orang yang cenderung menjalani kehidupannya secara sembrono atau yang hanya mengejar ngejar kesenangan serta kenikmatan sesaat maka itu adalah contoh orang orang yang tidak memiliki filosofi kebahagiaan yang kuat

Tetapi sebenarnya tidaklah mudah untuk memiliki filosofi kebahagiaan yang kuat itu,karena hal itu tak bisa diajarkan oleh motivator kelas dunia sekalipun karena filosofi seperti itu hanya bisa dilahirkan melalui pengalaman-bukan semata melulu melalui teori teori walau para penulis besar kelas dunia telah banyak yang menulis tentang 'kebahagiaan'

Filosofi yang kuat akan kebahagiaan itu akan melekat dalam kalbu kala seseorang telah mengalami banyak suka dan duka dalam pengalaman hidupnya yang panjang.semakin seseorang pernah merasakan penderitaan yang teramat sangat atau pernah merasakan kehampaan yang teramat mendalam maka akan semakin kuat pula filosofinya terhadap kebahagiaan,itu kalau ia tak mengalami hal yang sebaliknya ; keputus asa an serta kehilangan semangat hidup

Dan sekali lagi; pemaknaaan-memaknai atau membingkai masa lalu kita dengan makna makna adalah cara kita mengambil manfaat besar dari pengalaman masa lalu kita bagi kehidupsn kita kedepan bukan saja di dunia yang singkat ini tetapi utamanya adalah bagi kehidupan kita diakhirat nanti. maka memiliki filisofi kebahagiaan adalah salah satu modal terbesar untuk menggenggam kebahagiaan yang abadi,karena kebahagiaan itu tidak akan bisa kita gapai apabila kita tidak mengenal dan memahaminya

Ya,dari penghayatan akan kebahagiaan yang sempurna dimasa kecil dan membandingkannya dengan berbagai penderitaan yang telah kita alami dalam kehidupan kita itu maka kita akan memiliki idealisme tersendiri yang kuat dalam mengenal kebahagiaan seperti apa dan yang bagaimana yang kita ingini dan kita harapkan,dan kita tidak akan terombang ambing atau tidak terkecoh oleh harapan harapan yang di berikan orang lain misal yang tidak cocok dengan pengalaman pribadi kita

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun