...
Kadang saya suka heran kalau ada yang berpandangan bahwa metafisika itu suatu wacana atau bahasan keilmuan yang rumit-pelik-sulit (untuk difahami) sehingga seolah bukan konsumsi publik awam dan dianggap hanya konsumsi kaum pemikir-intelektual-kelas failosof
Padahal dasar dasar untuk masuk serta lalu memasuki ranah metafisika itu sebenarnya mudah karena instrument untuk masuk kesana itu dapat ditangkap serta difahami semua orang bahkan yang awam sekalipun
Untuk masuk ke ranah metafisika hal pertama yang harus difahami adalah memahami hakikat dunia metafisika itu sendiri.bila kita memandang 'metafisika' sebagai hanya sekumpulan ide-teori-gagasan manusiawi hasil ciptaan para failosof-pemikir maka di awal kita telah gagal faham terhadap apa itu metafisika dan pemahaman terhadap metafisika seperti itu akan membuat metafisika nampak menjadi rumit karena ide-gagasan manusiawi itu dapat berbeda satu sama lain
Kita harus faham bahwa hakikat dunia metafisika atau dunia non fisik itu adalah 'realitas' (!) .. sebab itu di awal kita harus memiliki pemahaman dasar terhadap makna 'realitas' yaitu bahwasanya realitas itu terbagi kepada dua dimensi antara yang fisik-non fisik,material-non material.nah artinya membahas metafisika adalah membahas realitas yang bersifat non materi-abstrak-non fisik-gaib bukan sekedar membahas ide-gagasan manusiawi utamanya yang terdapat dalam dunia filsafat.nah untuk memahami dunia metafisika sebagai realitas maka selalu kaitkan dengan realitas lain yang ada dibaliknya yaitu realitas yang bersifat lahiriah-material,karena dua dimensi realitas itu saling berhubungan serta saling menerangkan satu sama lain.nah setelah pemahaman dasar sudah sampai kesana (memahami metafisika sebagai realitas-bukan gagasan gagasan manusiawi) maka tahap berikut dapat ditelusuri secara lebih jauh dan dengan tetap berpijak pada asas ( bahwa metafisika adalah realitas) tersebut
Memahami metafisika akan mudah kalau kita berangkat dari realitas obyektif sebagai landasan keberangkatan dan lalu menjadikan realitas obyektif itu sebagai parameter yang menjadi pegangan.karena kitab suci sendiri secara eksplisit menyatakan bahwa dunia alam fisik adalah cerminan bagi dunia alam metafisik dan demikian pula sebaliknya.sehingga bila ingin memahami dunia metafisik tak perlu berteori muluk muluk terlebih dahulu tetapi bercerminlah pada realitas nampak-fisik
Dan kedua,bila kita tidak ingin tersesat oleh pemikiran pemikiran metafisik yang rumit maka berpeganglah kepada apa yang ada dalam realitas obyektif yang mudah ditangkap oleh semua orang itu,karena tidak seperti ide-gagasan atau persepsi manusia,realitas itu tidak bisa bias atau menipu
Nah bila dalam realitas obyektif (realitas yang bisa ditangkap dan difahami semua orang) ada siang-malam,terang-gelap,kehidupan-kematian maka dalam ranah metafisik pun terdapat hal serupa,contoh ; ada benar-ada salah,ada sebab-ada akibat,ada kefanaan ada keabadian dlsb.maka kita menjadikan prinsip DUALISME itu sebagai landasan dasar untuk memahami dunia metafisika,mengapa .. karena dualisme adalah prinsip yang mengkonstruk kehidupan, sehingga bila ingin memahami bagaimana bentuk hubungan konstruktif antara dunia fisik dengan dunia metafisik maka cobalah telusuri rel prinsip dualisme itu maka didalamnya kita akan melihat jalinan hubungan mekanistik-kausalistik antara dunia fisik dengan dunia non fisik
Contoh,bila dalam realitas kenyataan kita melihat ada kejahatan-kebaikan,orang yang berbuat jahat serta orang yang berbuat baik maka sebagai konsekuensinya di dunia metafisik kita mengenal prinsip sebab-akibat,benar-salah,baik-buruk,sehingga bila seseorang membuat suatu sebab perbuatan di dunia alam lahiriah misal maka ada dualisme mekanisme metafisis yang membuatnya akan memperoleh akibat dari perbuatannya itu,sebab baik berbuah baik dan sebab  buruk berakibat buruk
Kemudian,instrument yang akan memudahkan kita memahami dunia metafisik adalah mengenal hukum kehidupan pasti atau sunnatullah menurut bahasa lain karena hukum kehidupan pasti adalah konsep yang menjadi penyangga kehidupan ibarat tiang besi beton yang menyangga berdirinya sebuah bangunan besar dan hukum kehidupan pasti itu dibentuk oleh element element yang bercorak dualistik itu.jadi ada hubungan paralel antara hukum kehidupan pasti sebagai konstruksi yang menyangga kehidupan termasuk kedalamnya dunia metafisik dengan prinsip dualisme sebagai element pembentuk hukum kehidupan pasti itu
Nah dengan berpegang pada dua instrumet itu : prinsip dualisme dan hukum kehidupan pasti maka akan lebih mudah dalam menela'ah serta memahamu dunia alam metafisika sebab keduanya itu mengkontruks realitas termasuk kedalamnya dunia non fisik