Dan kulihat malaikat Tuhan datang.
Ia cantik dan juga berambut panjang.
Tubuhnya mungil tertutup long dress kemerahan.
Ia juga memperhatikanku—tak seperti kebanyakan orang.
Aku berdegup cemas menantikan.
Dicabut nyawa pastilah sangat menyakitkan.
Tapi aku membayangkan surga yang katanya penuh bebungaan.
Mungkin aku akan berakhir disana, bersama teman-temanku yang telah lama menantikan.
Malaikat Tuhan itu berjalan semakin dekat.
Membuat deru napasku tiba-tiba tercekat.
Mendadak udara di sekelilingku berubah menjadi asap.
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!