Mohon tunggu...
S Aji
S Aji Mohon Tunggu... Lainnya - Story Collector

- dalam ringkas ingatan, tulisan tumbuh mengabadikan -

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Politik dan Rasa Sakit

19 Mei 2015   13:54 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:50 88
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Saya kurang faham, bisa jadi saya juga salah memahami maksud si Berger karena menuliskan kembali teorinya berdasarkan ingatan atas bacaan saja. Mudah-mudahan saya tidak sesat kutip dan sesat faham. Selain juga, dalam kabinet kerja kan lebih banyak ahli dari pada kelas kerucu kayak saya yang mengeluh dan mengadu di Kompasiana.

Tapi, wahai pak Presiden yang mulia, masalahnya mungkin jauh lebih parah kalau kita, kelas kerucu dan jelata alas kaki ini, sudah tidak tahu cara mengeluh dan mengadu lagi. Tuhan saja menguji hambanya seturut daya tahan dan kemampuan masing-masing, masa iya negara kebangetan menguji rasa sakit rakyatnya ?.

Salam.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun