Saya kurang faham, bisa jadi saya juga salah memahami maksud si Berger karena menuliskan kembali teorinya berdasarkan ingatan atas bacaan saja. Mudah-mudahan saya tidak sesat kutip dan sesat faham. Selain juga, dalam kabinet kerja kan lebih banyak ahli dari pada kelas kerucu kayak saya yang mengeluh dan mengadu di Kompasiana.
Tapi, wahai pak Presiden yang mulia, masalahnya mungkin jauh lebih parah kalau kita, kelas kerucu dan jelata alas kaki ini, sudah tidak tahu cara mengeluh dan mengadu lagi. Tuhan saja menguji hambanya seturut daya tahan dan kemampuan masing-masing, masa iya negara kebangetan menguji rasa sakit rakyatnya ?.
Salam.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI