All England -Â Indonesia hanya mengutus dua tunggal putri di All England 2019 yaitu Fitriani (peringkat 28 dunia) dan Gregoria Mariska Tunjung (Peringkat 15 dunia). Numun Keduanya tumbang dibabak awal All England yang digelar pada tanggal 06 Maret 2019 di Birmingham Arena. Fitriani kalah dari tunggal putri Tiongkok unggulan ke enam He Bingjiao dengan skor 21 - 17, 15 - 21, & 10 - 21. Sedangkan Tunjung tumbang dua set langsung dari tunggal Jepang unggulan ke dua Nazomi Okuhara dengan skor 17 -21, 16 - 21. Langkah berat langsung menghadang tunggal putri indonesia dibabak awal dengan drawing yang mempertemukan mereka dengan tunggal putri tangguh asal Tiongkok dan Jepang.Â
Sebenarnya publik badminton Indonesia berharap banyak pada Fitriani yang pada awal tahun berhasil merebut gelar Thailand Masters yang digelar di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, Thailand, pada 13 Januari 2019. Namun apa hendak dikata, All England adalah pertandingan bergengsi dan diikuti oleh pemain dengan peringkat terbaik dunia. Gelar prestisius apabila seorang pemain bisa juara di turnamen super 1000 ini.
Kritik pastinya berdatangan untuk segera memperbaiki kekuatan disektor tunggal putri di Indonesia. Hal ini juga menjadi pekerjaan rumah yang sulit bagi Susi Susanti selaku Kepala Bidang Pembinaan PBSI. Kekuatan ganda Indonesia tidak di imbangi dengan sektor tunggal nya baik putra dan putri. Hal ini dibuktikan dengan seringnya tunggal Indonesia gugur di fase awal kompetisi.Â
Kita berharap Susi Susanti segera berbenah untuk dapat memcah kebuntuan prestasi di sektor tunggal putri Indonesia. []
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H