Associated Press (AP) merupakan agensi atau layanan berita Amerika yang menyalurkan berbagai beritanya melalui transmisi satelit. AP telah beroperasi dari tahun 1846 sebagai asosiasi koperasi yang tidak berdasarkan hukum, dan memiliki anggota di bidang surat kabar serta penyiar AS. Dalam pelaporannya, AP mendistribusikan berita-berita mereka kepada anggota, dan pelanggan yang mereka miliki, dan berita tersebut diproduksi dalam bahasa Inggris, Arab, serta Spanyol.
Dalam portal berita online Associated Press, terdapat beragam jenis berita yang diberikan, mulai dari berita politik, olahraga, kesehatan, bencana alam, lifestyle, kehidupan selebriti, teknologi dan seterusnya. Â Selain itu, AP juga menyediakan berbagai video, dan juga podcast radio bagi orang-orang yang lebih suka untuk mendengar dan melihat visual dari berita tersebut.
Dalam pemberitaannya, portal berita online AP memberikan beberapa berita-berita yang sedang sering dibicarakan atau bersifat trend, seperti pemilihan presiden di Amerika Serikat serta berita-berita berkaitan mengenai update situasi Covid-19 yang terjadi di berbagai negara. Jadi bukan hanya berita dari AS saja yang diangkat tetapi juga berita-berita dari berbagai negara di dunia.
Selain kelengkapan beritanya, AP juga mengemas berita-berita tersebut dengan sangat menarik, mulai dari bentuk judul serta, konten-konten yang disediakan. Salah satu contoh berita yang menarik perhatian saya adalah berita yang berjudul "Madrid adopts virus restrictions exposing poor-rich divide".Â

Dari hal ini pemerintah negara Spanyol menjadi khawatir dan membuat kebijakan baru terhadap kota Madrid, dimana akan dilakukan pembatasan lebih ketat untuk orang-orang yang mau keluar dari rumah. Dimana pemerintah menyampaikan bahwa akan memberikan denda kepada siapa saja yang tidak melakukan kebijakan tersebut. Karena hal ini, banyak dari masyarakat Madrid menjadi marah dan kecewa terhadap pemerintah Spanyol, mereka merasa bahwa pihak berwenang menstigmatisasi orang miskin.
Pemerintah dirasa bertindak lambat terhadap pandemik yang terjadi dan menargetkan daerah-daerah termiskin dengan tidak berbuat cukup untuk memperkuat pusat kesehatan di kawasan itu dengan lebih banyak pekerja atau staff di dalamnya. Selain itu, masyarakat juga merasa bahwa masalahnya bukan di pinggiran kota tetapi karena kurangnya transportasi umum yang memadai. Mereka merasa bahwa pemerintah tidak menyediakan transportasi umum yang cukup, karena penduduk yang padat membuat transportasi umum merupakan hal yang seharusnya ditingkatkan untuk mengurangi penyebaran virus.
Dari berita tersebut, kita dapat memahami dengan jelas bagaimana keadaan yang dihadapi oleh pemerintahan dan juga masyarakat Madrid untuk menanggulangi penyebaran virus corona. Bagaimana kota Madrid menjadi kota yang menjadi kota penyebaran virus terbesar di negara Spanyol, dan dampak yang diberikan oleh pandemik tersebut.
Berita yang diangkat oleh AP kota Madrid ini juga memberikan data-data yang menjelaskan bagaimana parahnya korban yang terinfeksi di kota Madrid, serta dan informasi-informasi yang faktual mengenai keluh kesah masyarakat dan pemerintahan antara satu dengan lainnya terhadap pandemik yang terjadi. Selain itu, berita ini juga mengangkat topik menarik, dimana perbedaan perlakuan pemerintah terhadap rakyat miskin dan kaya yang terjadi.Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI