Mohon tunggu...
Tri Penti
Tri Penti Mohon Tunggu... Mahasiswa - Penulis, Penyair

Penulis novel, cerpen, kadang suka buat puisi dadakan kayak tahu bulat, hihi. Salam Literasi dan Salam Kenal

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sebatas Bangunan

7 Oktober 2023   17:35 Diperbarui: 7 Oktober 2023   17:42 70
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Apakah kau tau Tuan?
Betapa sulitnya aku menghapus namamu?
Tinta merah yang kau lukis di kanvas hati
Kini berubah darah dalam luasnya telaga air mata

Kau yang kusebut rumah,
ternyata tak berpondasi,
kau yang kukira ramah,
ternyata ahli dalam menyakiti.

Tuan...
ternyata rumah bukan sekadar bangunan
perlu bahan-bahan yang kokoh
sedang kita sudah lama roboh

Haruskah aku memperbaiki bangunan itu?
Atau membiarkannya hancur tak tersisa?

Kubukan lagi untukmu
Singkatnya kau hanya tamu

duduk diam melihat-lihat
hingga tak sadar kau telah menyayat.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun