Mohon tunggu...
Tri KumalaBintang
Tri KumalaBintang Mohon Tunggu... Lainnya - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

saya suka menulis dan membaca

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Kamar Nomor 13: Senyap di Balik Kamar

31 Januari 2025   12:39 Diperbarui: 31 Januari 2025   12:39 49
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

"Tapi, aku mencintaimu lebih dari sekadar teman, Kinan," jawab Arga sambil menatap mata Kinan.

Mata Kinan sedikit terkejut, namun ia kembali tersenyum. "Arga, cinta bukan berarti memiliki. Cinta adalah tentang kebahagiaan orang yang kita sayangi. Aku ingin kamu bahagia, Arga. Aku ingin kamu bisa melepaskan semua dendam dan menerima dirimu sendiri."

Pernyataan Risa menggerakkan perasaan Arga. Ia mulai menyadari kesalahannya selama ini.

Rasa dendam tidak akan membawanya ke tujuan yang diinginkan. Ia perlu belajar untuk

memberi maaf, tidak hanya kepada orang lain, tetapi juga kepada dirinya sendiri.

Sejak saat itu, Arga mulai berubah. Ia tidak lagi mengurung diri di kamar nomor 13. Ia mulai berinteraksi dengan teman-temannya, mulai mengikuti kegiatan sekolah. Ia belajar untuk menerima masa lalunya, untuk menerima bahwa ia tidak sempurna. Ia juga belajar untuk mencintai dirinya sendiri. Arga tidak pernah berkata cinta lagi kepada Kinan, ia menerima cintanya sebagai teman dan belajar untuk tetap menjadi teman yang baik.

Di perubahan Arga ada sebuah rahasia besar yang sudah tersimpan sejak lama. Argm mengetahui ternyata ia hanya anak adopsi yang di ambil di panti asuhan hanya untuk memancing agar orang tuanya bisa hamil. Kenyataan ini yang membuat Arga merasa sangat hancur ternyata selama ini dia bukan anak yang dinginkan orang tuanya.

Tetapi kini Arga sudah dewasa, menjadi sosok yang sangat tampan dan inspiratif. Ia tidak ingin menjadi lelaki yang introvert lagi, ia mengubur dendamnya masa lalunya dalam-dalam dan membuktikan bahwa setiap orang berhak bahagia dan setiap luka bisa disembuhkan. Arga belajar memaafkan dirinya sendiri. Kini kisah Arga Arga dari kamar nomor 13 tempat dia mengurungkan diri dapat menjadi inspirasi bagi diapa pun yang merasa tersesat dalam kegelapan yang menyeimuti dirinya dan selalu percaya setiap kegelapan pasti ada cahaya yang menerangi.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Jalan Braga Bandung, Ketika Bebas Kendaraan!

7 bulan yang lalu
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun