Manajer Arsenal, Mikel Arteta memberikan rasa empatinya kepada Graham Potter usai klub yang dikendalikannya belum memberikan hasil positif. Chelsea sejauh ini masih terpuruk di papan tengah Liga Inggris setelah di laga terakhir mereka takluk dari Tottenham dengan skor 2-0.
Manajer Chelsea, Graham Potter kini dalam tekanan usai anak asuhnya harus menyerah dari tuan rumah Tottenham Hotspur dengan skor 2-0 pada Minggu, 26 Februari kemarin.
Dua gol Spurs yang disarangkan oleh Oliver Skipp dan Harry Kane berhasil membawa The Lilywhites kokoh di urutan ke-5 klasemen Liga Inggris dengan nilai 45.
Sementara Chelsea masih terpuruk di peringkat ke-10 setelah meraih tiga hasil imbang dan dua kekalahan dari lima pertandingan terakhirnya di liga domestik.
Hasil itu tentu membuat mantan manajer Brighton kebingungan dan pendukung Chelsea menilai ia belum layak sebagai suksesor Thomas Tuchel.
Hal ini juga sempat dirasakan Mikel Arteta saat awal dirinya masuk sebagai pengganti Unai Emery yang pergi pada akhir November 2019 lalu.
Bahkan isu pemecatan sempat diserukan oleh para pendukung Arsenal pada musim 2020/21 saat manajer asal Spanyol itu hanya mampu membawa The Gunners menduduki peringkat delapan pada hasil akhir klasemen Liga Inggris.
Kini tekanan itu mirip dengan yang dirasakan Graham Potter saat dirinya membawa tugas berat untuk mengangkat Chelsea bersaing kembali di Liga Inggris dan Eropa.
Dikutip dari Independent, Arteta turut prihatin dengan performa rekannya saat ini dan ia menjelaskan apa yang diinginkan oleh para pendukung setiap klub.
"Kami adalah kolega dan kami semua tahu tekanan, tuntutan, dan ketidakpastian yang dimiliki industri ini," kata Arteta.