Klaten (26/07/2023) Perubahan digitalisasi dalam segala aspek kehidupan masyarakat menjadi tantangan bagi masyarakat di kalangam dewasa. Pentingnya peran masyarakat dalam  memenuhi kewajibannya sebagai warga negara dalam membayar pajak khususnya bumi dan bangunan yang menjadi ruang  lingkup bersosialisasi sehari hari perlu mendapat fasilitas mudah dalam membayarnya.
Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro melaksanakan program pendampingan pembayaran PBB Digitak kepada ibu  ibu di sekitar Desa Wadunggetas dengan memberikan edukasi secara langsung mengenai tatacara pembayaran pajak melalui platform e-commerce (Shopee, Tokopedia, Traveloka, Indomart, Bukalapak, dan lainnya)
Ibu rumah tangga merupakan target pendampingan pembayaran PBB digital. Terletak di kecamatan Wonosari, Desa Wadunggetas yang memiliki fasilitas internet cukup baik dengan posisi garis geografis strategis, sehingga proses pembayaran pajak bumi dan bangunan melalui sistem online dapat lebih dioptimalkan guna memudahkan pembayaran PBB yang dapat dilakukan dimana dan kapan saja.
Program ini dilaksanakan guna memberikan edukasi pengoptimalan e commerce sebagai media pembayaran PBB secara digital kepada masyakarat. Mahasiswa memberi pemahaman hal ini bukan sebuah paksaan namun menjadi kabar baik. Dalam memberikan pendampingan, mahasiswa juga membuat booklet sebagai buku pendamping yang memuat tata cara serta ketentuan pajak di daerah Kabupaten Klaten berdasarkan Perda Kabupaten Klaten nomor 17 Tahun 2011 tentang PBB P-2 yang dapat diikuti oleh masyakarat apabila melakukan pembayaran pajak secara mandiri. Respond Masyarakat akan hal ini sangat antusian dimana terdapat komunikasi dan pertanyaan yang dilemparkan oleh Masyarakat kepada mahasiswa.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H