Mohon tunggu...
Toto Karyanto
Toto Karyanto Mohon Tunggu... Wiraswasta - Bukan yang banyak pasti baik, tapi yang baik pastilah yang banyak.

Orang biasa

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Ruas Jalan Bersejarah Jadi Sentra Kuliner

17 Oktober 2018   23:22 Diperbarui: 18 Oktober 2018   01:15 577
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: pendatang baru, Rumah Makan Masakan Padang Iki Isoku. Dokpri

Sejak lima tahun terakhir ruas Jalan Pemuda sepanjang 1.000 meter telah menjadi satu titik sentral wisata kuliner dan kompleks perhotelan. Di ruas jalan ini menyimpan banyak cerita bersejarah karena keberadaan stasiun kereta api dan Markas Kodim 0709. 

Serta bekas pabrik minyak kelapa Maxolie yang kini telah berubah bentuk menjadi hotel berbintang dan sarana rekreasi. Tak jauh dari situ ada Jembatan Renville dan Monumen Pena  yang mewarnai sejarah Kota Kebumen di masa Perang Kemerdekaan I dan II. 

Perjalanan kita mulai dari ujung Utara di sisi dekat ikon Kota Kebumen, Tugu Lawet. Di sana ada Pusat Kuliner yang berada dalam lingkungan Pasar Tumenggungan. Pasar tradisional yang telah direvitalisasi di masa Buyar Winarso memimpin Kabupaten Kebumen. Area kuliner di buka sepanjang hari. Tapi, malam adalah waktu yang tepat. Semua jenis atau menu makanannya adalah masakan Indonesia. 

Di tempat ini ada fasilitas wifi gratis. Satu dua sisi yang ramai dikunjungi pembeli adalah warung lesehan yang menyediakan menu utama tempe mendoan. Harganya sangat familier, seribu untuk ukuran sedang dan seribu lima ratus buat yang lebih besar. 

Mi kopyok buatan orang Kebumen di salah satu hotel berbintang di Semarang. Dokpri.
Mi kopyok buatan orang Kebumen di salah satu hotel berbintang di Semarang. Dokpri.
Sedikit bergeser ke arah Selatan, ada dua hotel yang cukup representatif untuk keluarga atau melakukan perjalanan bisnis. Keduanya berada di sisi Timur dan saling berdekatan yakni Hotel Nillo dan Grand Putra Hotel. 

Jaraknya sekitar 100m dan dapat memakai fasilitas Pendopo Kelurahan Kebumen di hari libur akhir pekan (Sabtu dan Minggu) untuk reunian misalnya dengan tarif Rp 500 ribu / hari. Di tempat ini kita dapat menikmati beragam tanaman hidroponik yang dikelola oleh komunitas dan dipimpin Ketua RW 7, Bapak Kuswanto. 

Masih berada di sisi Utara, kita dapat menikmati aneka masakan dan jajanan yang tidak membuat kantong jadi bolong. Dua bakeri menyediakan beragam roti dan jajanan tradisional (kue-kue basah) seperti lapis, lemper, serabi Solo dan sebagainya. Ada juga toko oleh-oleh Saputra atau lapak mBak Atun yang menyediakan produk khas Kebumen : lanthing aneka rasa. 

Dan yang tak kalah serunya adalah keberadaan Kampung Kuliner Keposan. Di ujung Barat Gang Pudak yang berada di dua ruas jalan utama: Pemuda dan Kol. Sugiyono, setiap pagi dari jam 6 -8, tersaji beragam jajanan tradisional dan lontong sayur labu Bu Res yang mengundang rasa nostalgia.

Perjalanan sepertiga bagian ruas jalan bersejarah ini berakhir di pertigaan jalan Kaswari. Di sekitarnya ada warung bakso, warung Lamongan yang menyediakan menu seafood dan angkringan Mas Pur. Di pagi hari, tersedia masakan khas Kebumen, nasi penggel dan tempe goreng jumbo. Atau masakan mBak Menor yang murah meriah dan nasi uduk Bu Amad.  

Tugu Lawet di malam hari. Dokpri
Tugu Lawet di malam hari. Dokpri
Rasanya sangat berat hati mengakhiri perjalanan wisata kuliner ini. Apalagi terbersit kabar bahwa akan ada satu event besar sekelas festival jalanan sebagaimana diimpikan mas Rhohil, salah satu active partner di rumah makan masakan Padang Iki Isoku. 

Menurut dia yang kenyang merantau di beberapa kota besar Pulau Jawa, mimpinya menggelar festival kuliner di ruas Jalan Pemuda adalah melengkapi festival budaya: Kebumen Carnival yang idenya dari Jember. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun