DR. H. Iwan Saputra adalah nama yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Kiprahnya sebagai birokrat, politisi, akademisi, hingga pegiat sosial telah mewarnai perjalanan panjang kabupaten ini. Berbekal pengalaman luas dan semangat juang yang tinggi, Iwan siap kembali berjuang demi kesejahteraan dan kemajuan Kabupaten Tasikmalaya.
Perjalanan Karier Iwan Saputra
Iwan memulai kariernya sebagai birokrat, dengan menjabat beberapa posisi penting di Pemkab Tasikmalaya. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Bappeda, dan Inspektur di Inspektorat Daerah. Namun, pada tahun 2020, ia memilih untuk terjun ke dunia politik dengan bergabung bersama Partai Golkar, serta mencalonkan diri sebagai Bupati Tasikmalaya.
Meskipun hasil Pilkada 2020 tidak seperti yang diharapkan, Iwan menerima kekalahan dengan sikap ksatria. Saat ini, ia berfokus pada dunia akademisi, dengan menjabat sebagai Ketua STIE Latifah Mubarokiyah di lingkungan Pondok Pesantren Suryalaya, Kabupaten Tasikmalaya.
Kembali Siap Bertarung di Pilkada 2024 bersama Dede Muksit Aly ZA darah Miftahul Muda
Tidak berhenti sampai di situ, Iwan menyatakan kesiapannya untuk kembali maju dalam Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024. Baginya, politik bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tentang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam menghadapi kontestasi politik, Iwan terinspirasi oleh nilai-nilai agama, termasuk salah satu ayat dalam QS An-Nisa: 9, yang menekankan pentingnya tanggung jawab pemimpin terhadap generasi yang lebih muda. Iwan Saputra bersama Dede muksit Aly ZA Keluarga Miftahul Huda menjadi harapan kemaslahatan masyarakat kabupaten Tasikmalaya. Dede Muksit Aly Kyai muda Miftahul Muda merupakan anak KH Mumu Zainal Abidin dan Hj. Enok Saodah dan cucu pejuang tanah air Husein Derajat.
Visi Misi: Menuju Kabupaten Tasikmalaya yang Maju Sejahtera Lahir BatinÂ
Visi Iwan untuk Kabupaten Tasikmalaya sangat jelas: menciptakan masyarakat yang sejahtera di dunia dan mulia di akhirat. Untuk mencapai hal tersebut, ia menyusun strategi yang berlandaskan pada empat pilar utama, yang sekaligus merupakan doa yang sering dipanjatkan kaum muslimin:
1. Keselamatan Agama – Iwan berkomitmen untuk memperkuat pendidikan agama bagi anak-anak serta menghidupkan kembali program berbasis pesantren seperti Magrib Mengaji dan insentif guru ngaji.
2. Kesehatan Badan – Ia berjanji untuk memperluas akses layanan kesehatan gratis, mengentaskan stunting, dan menekan angka kematian ibu dan bayi.
3. Bertambahnya Ilmu – Pendidikan menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan Iwan. Ia akan memastikan sekolah-sekolah memiliki fasilitas yang memadai agar proses belajar mengajar berjalan lancar.