Ada pula foto yang dibidik dari samping kolam air mancur di Trocadero Garden dengan teknik long exposure. Tentu saja wajib menggunakan tripod yang kokoh.
Namun, jangan lupa, waktu memotret ikut menentukan hasil foto. Foto di kala senja, dari golden hour hingga blue hour, contohnya, menjanjikan warna langit yang sangat menawan. Masalahnya, di waktu seperti inilah, beberapa spot tertentu yang sempit, kerap menjadi 'rebutan' fotografer. Jadi datanglah jauh lebih awal.
Champ de Mars
Di sisi lain Eiffel, yakni dari atas lapangan rumput Champ de Mars pun tidak kalah menarik. Eiffel tampak tanpa halangan apapun. Terlihat menjulang bak menjangkau langit di kota Paris. Lapangan yang membentang dari Ecole Militaire sampai Bassins du Champ de Mars/Avenue Joseph Bouvard, menyediakan ruang nan luas bagi semua pemotret.
Champ de Mars juga menjadi spot favorit bagi semua grup wisatawan. Dengan lokasi yang mudah dijangkau semua jenis kendaraan, lapangan ini memang paling tepat untuk membuat foto grup maupun foto individual dengan sejuta gaya. Dan di musim panas, Champ de Mars juga populer sebagai arena piknik warga lokal. Duduk di lapangan rumput sambil memandang Eiffel yang menawan.
Foto di antara pohon yang berderet di kedua sisi Champ de Mars sampai Jardin de la Tour Eiffel (Taman Menara Eiffel) juga menjadi pilihan banyak pemotret lainnya. Kawasan yang luas di sekitar lapangan ini memang memberikan kebebasan semua pengunjung mengasah kreativitas untuk membuat foto-foto menarik.
Di kota Paris, Anda memang harus rajin berjalan kaki. Setelah turun dari Trocadero ke Eiffel, lalu ke Champ de Mars, sekarang mari lanjutkan ke Pont de Bir-Hakeim, spot foto ternama lainnya. Jembatan terkenal ini hanya berjarak sekitar 600 meter dari Eiffel.
Pont de Bir-Hakeim
Nama Pont de Bir-Hakeim atau Jembatan Bir-Hakeim boleh jadi tidak banyak dikenal wisatawan umumnya. Namun, di kalangan fotografer, jembatan yang dulunya disebut Pont de Passy (Bridge of Passy) itu termasuk salah satu spot fotografi yang populer di Paris. Bahkan di kalangan fotografer pre-wedding, jembatan ini telah lama menjadi salah satu spot andalan.
Jembatan baja yang melayang di atas Sungai Seine itu dirancang oleh arsitek Jean-Camille Formige. Dibangun antara tahun 1903-1905, Bir-Hakeim terdiri dari dua tingkat, yakni level bawah untuk pejalan kaki dan kendaraan bermotor dan yang di atasnya berupa rel kereta yang dilewati Paris Metro.
Deretan lampu gantung bergaya vintage membuat jembatan ini pun terlihat sangat artistik. Dan dari spot inilah Eiffel pun terlihat kian menawan di antara tiang dan lampu gantung jembatan. Alhasil, Pont de Bir-Hakeim pun menjadi salah satu spot yang paling disukai banyak pemburu foto di Paris.