Dengan berjalannya waktu, cinta yang tadinya semanis madu mulai menurun rasa dan emosinya. Bukan berarti kadar cintanya menurun namun perasaan atau emosi yang menyertai cinta tersebut dapat menurun.
Jika proses kehidupan normal berpasangan dan berkeluarga berlanjut, akan lahirlah anak pertama, yang mungkin disambung oleh anak-anak berikutnya. Kompleksitas dan permasalahan kehidupan meningkat dengan drastis. Antar pasangan berbagi tugas untuk menyelesaikan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin.Â
Fokus awal yang sepenuhnya ke pasangan menjadi teralihkan ke banyak hal lain dalam kehidupan. Perasaan dan emosi yang menyertai cinta kepada pasangan dapat semakin menurun dengan berjalannya waktu.
Jika kita tidak waspada dan tidak sepenuhnya memahami fenomena ini, kita bisa terkaget-kaget mendapati diri kita sudah jauh berkurang perasaan dan emosi terhadap pasangan kita dibanding sewaktu masih berpacaran dan awal berumah tangga.Â
Bahkan tidak jarang yang mendapati rasa hambar terhadap pasangannya meskipun kadar cinta dan komitmennya tetap sama seperti dulu. Seringkali perasaan dan emosi kepada anak jauh lebih besar dibanding kepada pasangan.
Untuk mempertahankan perasaan dan emosi yang menyertai cinta kepada pasangan terus sama seperti masa berpacaran dan awal berumah tangga adalah sesuatu yang berart bagi kebanyakan pasangan.Â
Yang paling realistis adalah menempatkan dan memperlakukan pasangan ibarat sahabat baik. Sebagai seorang sahabat baik, tentu saja kita akan menjaga, mendukung, dan memprioritaskan pasangan kita sebaik-baiknya sebagai orang yang utama.
Dengan bersahabat baik dengan pasangan, jarak di antara kita dengan pasangan kita juga tidak terlalu jauh, yang bisa menyebabkan kekakuan dalam berinteraksi. Seperti dengan sahabat baik yang lain, meskipun kita merasa dekat namun tetap ada jarak yang membuat kita terus menjaga komunikasi dan hubungan yang baik dengan pasangan kita.
Ingatlah wahai couples, jadilah sahabat yang baik bagi pasangan kita. Berdirilah di sisinya pada saat-saat sulit. Tampunglah air matanya di saat duka. Jadilah telinga yang mendengarkan dengan simpatik atas curahan hatinya. Berilah selamat saat dia sukses. Dan masih banyak lagi peran kita sebagai sahabat yang baik bagi pasangan kita.
"Jadilah sahabat baik bagi pasangan dengan melakukan peran sebagai sahabat yang baik secara maksimal. Berdirilah di sisinya di saat sulit. Tampunglah air matanya di saat duka. Jadilah telinga simpatik di saat dia mencurahkan isi hatinya. Berilah selamat di saat dia sukses."
~ Toni Yoyo ~