Konflik dalam frekuensi dan kadar yang tepat dapat meningkatkan kualitas diri masing-masing maupun kualitas hidup berpasangan dan berkeluarga. Konflik yang berhasil membawa manfaat positif memerlukan banyak persyaratan yang harus terpenuhi terlebih dahulu.
Karena dampak dari konflik kadang sulit diantisipasi dan kualitas kedewasaan dan emosional dari dua orang yang berpasangan belum tentu berimbang, konflik antar dua orang yang berpasangan sebaiknya diminimalisir.
Konflik kadang muncul tak terduga. Misalkan pasangan kita menyampaikan tuduhan atau kritik berdasarkan cerita dari temannya. Jika kita menanggapinya dengan keras atau kita mencuekkannya maka konflik dapat berkembang menjadi semakin besar. Muncul rasa tidak suka bahkan kemarahan dalam diri kita maupun pasangan kita. Akan terbangunlah tembok pemisah.
Alih-alih balas menuduh atau balik menyalahkannya atau menganggap omongannya hanya angin lalu, cobalah untuk menanyakan dengan lebih lengkap dan jelas, serta mendengarkannya dengan baik.
Klarifikasikan segala sesuatunya dengan emosi yang tetap terjaga. Jelaskan versi kita apa adanya. Inilah salah satu contoh membangun "jembatan" alih-alih "tembok pemisah". Tidak seperti tembok pemisah yang memisahkan dan menghalangi, jembatan menghubungkan dua orang yang berpasangan.
Keterhubungan yang diciptakan ketika membangun jembatan menuju pasangan kita datang dari kerelaan dan penerimaan akan diri kita sendiri dan diri pasangan kita.
Sungguh tidak mudah namun bukanlah tidak mungkin untuk dilakukan. Ingatlah janji perkawinan saat kita dipersatukan dengan pasangan kita.
Janji perkawinan mengisyaratkan kita dan pasangan kita untuk selalu berusaha membangun jembatan bukan tembok pemisah. Janji tersebut merupakan sesuatu yang suci untuk dilakukan secara maksimal sepanjang kehidupan bersama.
Ingatlah wahai couples, bangunlah jembatan alih-alih tembok pemisah dengan pasangan kita. Tidak seperti tembok pemisah yang memisahkan dan menghalangi, jembatan menghubungkan dua orang yang berpasangan. Keterhubungan menjadi kunci kesuksesan dalam hidup berpasangan dan berkeluarga.
"Bangunlah 'jembatan' alih-alih 'tembok pemisah' dengan pasangan. Tidak seperti tembok pemisah yang memisahkan dan menghalangi, jembatan menghubungkan dua orang yang hidup bersama. Keterhubungan menjadi kunci kesuksesan dalam hidup berpasangan dan berkeluarga."
~ Toni Yoyo ~