Mohon tunggu...
Boris Toka Pelawi
Boris Toka Pelawi Mohon Tunggu... Aktor - .

.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Prabowo Diminta Mundur, Jokowi Master Politik

25 November 2020   12:29 Diperbarui: 26 November 2020   07:46 1226
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber gambar liputan6.com

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, bersama sejumlah orang lainnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK dini hari tadi. Saat ini, Edhy Prabowo masih dalam pemeriksaan intensif.Penangkapan ini diduga terkait ekspor benih Lobster....

Menguji Premis Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti

Digantinya menteri KKP Susi Pudjiastuti di era kedua kepemimpinan Joko Widodo sebenarnya menimbulkan polemik. Menteri asal Pangandaran yang terkenal dengan slogan "tenggelamkan" ini sebenarnya sangat disukai publik. Banyak pihak menilai kinerja Susi Pudjiastuti sangat memuaskan.

Masyarakat mencintai Susi Pudjiastuti karena ketegasannya dalam memimpin Kementerian KKP. Namun ketegasan menteri Susi ketika itu tampaknya kurang disukai oleh Menko kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Beberapa kali menteri Susi harus terlibat perdebatan dengan Luhut ketika itu.

Misalnya dalam hal penenggelaman kapal. Bagi Susi menenggelamkan kapal nelayan asing atau kapal besar penangkap ikan yang memasuki perairan Indonesia adalah peringatan untuk membuat Jera mereka.

Penenggelaman kapal-kapal tersebut memang terkesan dramatis tapi memang itulah yang dicari. Penenggelaman Kapal asing yang mencuri ikan di Indonesia dapat menjadi simbol yang membuat gentar pihak asing. Setelah di era sebelumnya laut Indonesia babak belur karena banyaknya pencurian, di era menteri Susi para pencuri itu dibabat habis.

Tapi hal ini kurang disukai Luhut, menurut Luhut yang kini menjabat Menko investasi, sebaiknya kapal-kapal asing tersebut tidak ditenggelamkan atau diledakkan tapi dimanfaatkan untuk nelayan. Tapi menteri Susi bergeming dan menolak gagasan tersebut.

Demikian juga dengan benih lobster, menurut menteri Susi ekspor benih lobster dapat membuat laut Indonesia suatu hari kosong melompong. Karena lobster yang berbagai jenis itu akan punah jika benihnya terus dikirim ke luar. Menteri Susi ingin benih lobster tersebut dikembangbiakkan di Indonesia baru setelah besar nanti di ekspor.

Menurut saya menteri Susi terlalu visioner dan bersih sehingga banyak pihak yang tidak menyukainya, itu Kenapa dia tidak terpilih di periode kedua kepemimpinan Jokowi. Dan banyak pihak menyayangkan Hal tersebut.

Di periode kedua Jokowi Gerindra melakukan rekonsiliasi dengan pemerintah dan Edhy Prabowo ditunjuk sebagai Menteri KKP. Edhy Prabowo mencabut kebijakan Susi Pudjiastuti dan mengijinkan ekspor benih lobster.

Polemik sebenarnya muncul karena diduga ada praktek-praktek nepotisme dalam kebijakan Edhy Prabowo. Dicurigai pengusaha-pengusaha yang memenangkan tender ekspor benih lobster adalah kader-kader Gerindra. Dan kecurigaan itu tampaknya hari ini terbukti.

Bahwa mengizinkan kembali ekspor benih lobster hanyalah modus untuk memperoleh keuntungan Semata. Sangat disayangkan tindakan Edhy Prabowo ini. Mengingat Baru kali ini Gerindra terlibat dalam pemerintahan. Maka Seorang warganet berkata, baru dikasih Laut saja sudah begitu bagaimana kalau diberi kepercayaan untuk memimpin seluruh Indonesia?

Maka Sudah Selayaknya ekspor benih lobster ditutup kembali karena penangkapan Edhy Prabowo, anggota DPR yang membidangi kelautan harus mengevaluasi kebijakan Edhy Prabowo.

Dampak Kasus Ini Untuk Prabowo dan Dorongan Prabowo Untuk Mundur

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun