Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri menilai Jakarta kini menjadi kota yang amburadul. Menurutnya, Jakarta seharusnya bisa menjadi 'Kota Mahasiswa' atau City of Intellectual seperti yang dirumuskan oleh Universitas Negeri Jakarta.
Hal ini disampaikan Megawati dalam acara pemberian penghargaan 'Kota Mahasiswa' atau 'City of Intellectual' berdasarkan riset yang dilakukan oleh tim yang dipimpin guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Hafid Abbas, Selasa (10/11/2020). Ketiga daerah yang mendapatkan penghargaan itu adalah Kota Semarang, Kota Solo, dan Kota Surabaya.
Megawati mengingatkan kembali bahwa visi 'Kota Mahasiswa' atau 'City of Intellectual' itu ditelurkan oleh Bung Karno, terjadi pada 15 September 1953. Bagi Megawati, pemikiran Bung Karno itu melampaui zamannya.
"Hal ini berarti pemikiran Bapak Sukarno 50 tahun lebih maju dibandingkan dengan perkembangan pemikiran internasional saat ini, yang baru melakukan pemeringkatan Kota Mahasiswa."
Dalam hal ini Megawati memang tidak menyebut nama Anies Baswedan. Tapi media-media di tanah air sudah banyak yang membuat judul berita begini, "Halo Pak Anies Jakarta amburadul nih."
Saya pribadi belum membaca pemikiran tentang City of intelektual Bung Karno. Saya search di internet tidak ketemu. Tapi saya bisa membayangkan City of intellectual itu kota yang seperti apa.
City of intellectual akan menjadi kota yang diisi oleh orang-orang yang terpelajar. Bukan berarti City of intelektual adalah kota yang tanpa konflik. Tapi konflik-konflik yang diperdebatkan di dalam kota itu adalah isu-isu yang ilmiah.
Para mahasiswanya akan melakukan riset, merumuskan hal-hal baru dalam bidang kedokteran, sains, mesin dan teknologi. Para mahasiswa non eksak akan menciptakan pemikiran-pemikiran baru dalam hal sosial.
Mahasiswa ini akan meneliti pemikiran pemikiran Socrates, Plato, Aristoteles, Soekarno, Bung Hatta, Karl Marx. Mereka akan menulis commentary yang utuh atau minimal menulis catatan-catatan kaki tentang pemikiran tokoh-tokoh besar ini.
Lalu di ruang kelas, di kedai kopi, dimanapun mereka nongkrong mereka akan mendiskusikan dan berdebat tentang pemikiran-pemikiran ini. Pemberitaan yang heboh adalah pemberitaan tentang penemuan-penemuan baru.
Status yang banyak di share di media sosial adalah tanggapan-tanggapan ilmiah antara satu tokoh dengan tokoh lainnya. Lalu lahirlah seorang yang berinisiatif membukukan diskusi-diskusi antara tokoh itu.