Hindari Investasi Mengambang
Investasi untuk masa depan anak dan investasi juga untuk masa masa tua kita, tentu menjadi impian setiap orang. Besar atau kecilnya, tentu terpulang kepada kemampuan pribadi setiap orang.
Investasi bukan hanya baik, malahan sangat penting untuk masa depan keluarga. Karena betapapun hebatnya seseorang, tidak dapat dipastikan dapat bekerja seumur hidup. Makanya perlu :”Passive income” ,yang dapat menghasilkan sesuatu ,ketika karena berbagai sebab, kita tidak mampu lagi menjalani bisnis ataupun bekerja. Hasil ini dapat merupakan masukan setiap bulan, bisa juga merupakan penambahan nilai investasi dalam jangka waktu panjang. Namun memilih inevestasi merupakan hal yang sangat menentukan. Salah membajak sawah, akan rusak padi semusim. Salah memilih investasi, akan merusak seluruh hidup kita bersama keluarga.
Berbagi Pengalaman
Sama sama Beli Apartemen
20 tahun lalu, penjualan apartement sedang: ”booming” di kota kota besar, terutama di Jakarta. Boleh diangsur 3 tahun, 5 tahun, bahkan bagi yang usia masih muda, boleh dicicil sampai 10 tahun.
Kami juga ikut bayar cicilan dan memilih di Kemayoran dengan Perusahaan Pembangunan yang sudah terkenal bonafide, walaupun harganya lebih mahal sekitar 20 persen, dibandingkan dengan yang dibangun dilokasi lain. Untuk tipe 100 meter persegi, total hingga lunas Rp.510.000.000,-- sedangkan untuk tipe yang sama, dilokasi Jalan Rajawali hanya Rp.390.000.000,--
Teman kami memilih membeli cicilan di lokasi yang harganya lebih murah. Dalam waktu dua tahun, apartemen yang kami bayar cicilan sudah hampir rampung, sedangkan yang dibeli oleh teman kami, ternyata bermasalah dengan bank. Uang muka yang sudah terlanjur dibayarkan ,tidak tentu ujung pangkalnya. Mau mengadu? kemana?
- Melaporkan uang DP untuk beli apartement tidak dikembalikan.,tidaklah mudah :
harus miliki bukti lengkap, atau malah melapor bisa jadi boomerang - Melapor,berarti siap untuk sewaktu waktu di panggil jadi saksi
- Bolak balik ke Kantor Polisi, dan Pengadilan ,tidak gratis
- Disamping waktu yang bisa dimanfaatkan untuk pekerjaan lain, tersita
Karena itu teman saya memutuskan: ”mengikhlas paksakan” uang muka dan cicilan yang sudah terlanjur di bayarkan. Jumlahnya lumayan besarnya.
Saya Pribadi Juga Ketiban Sial
Beli Tanah di Kinali -Sumatera Barat