Obat Mujarab untuk Hadapi DBD
Kata orang  ,hujan adalah rahmat  .Dan rahmat berarti berita baik. Kalau bagi orang Tionghoa,hujan adalah petanda mendapat siraman hokki dari Langit (Tuhan). Tapi terbukti di Indonesia ,hal tersebut tidak dapat dijadikan falsafah. Mengapa? Karena bersamaan dengan tibanya musim hujan,ikut membonceng DBD ,yang mematikan.
Sayangnya,dari tahun ketahun, yang kita baca di koran atau didengar di berita televisi,adalah berita berita tentang berapa jumlah penderita DBD dan berapa orang yang mampu bertahan hidup. Karena hingga saat ini,belum ditemukan obat yang mujarab,untuk menyelamatkan orang orang yang terkena serangan DBD.
Bahkan menurut keterangan yang dapat dibaca di website resmi Kementrian Kesehatan RI. Â hingga tahun 2009, Indonesia menjadi juara dunia, dalam hal jumlah penduduk yang terkena serangan DBD . Bagaimana tahun 2017 ini? Tidak ada penjelasan.
Segala Upaya Sudah Dilakukan,Tapi Tetap Saja Banyak Penderita Tidak Tertolong
- fogging atau pengasapan sudah di optimalkan
- mengubur kaleng dan plastik bekas,agar jangan sampai ada air tergenang
- membersihkan selokan,agar air tidak stagnasi
- memelihara ikan ikan ,pada kolam kolam
- seminar sana ,seminar sini
- gunakan kelambu saat tidur
- Pelihara ikan pemangsa jentik nyamuk;
- Menanam tanaman pengusir nyamuk
- Atur cahaya dan ventilasi dalam rumah
- Hindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah
Tapi dari tahun ketahun, sebagian penderita ,tetap saja tidak dapat ditolong,karena memang belum ada obat khusus atau vaksin  untuk anti virus Dengue ini.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Oktober 2016, terdapat 155.927 kasus, sebanyak 1.296 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Diketahui, jumlah kasus demam berdarah tersebut melonjok dari tahun 2015. Saat itu terjadi 129.650 kasus DBD dengan 1.071 penderita di antaranya meninggal dunia. (Oke.zone)
Sesungguhnya ADA Obat Mujarab
Beberapa tahun lalu, tepatnya pada tahun 1987,ketika kami sekeluarga berkunjung ke Tokyo,dan menginap disalah satu hotel di Narita. malam harinya dada saya serasa sakit sekali dan sesak.Memang sejak dari keberangkatan,saya merasa ada perasaan tidak nyaman,namun karena tiket, sudah terbeli dan saya tidak ingin mengecewakan keluarga,terutama  anak anak,maka saya tidak menceritakannya,  Malam itu suhu tubuh panas ,dada serasa mau meledak dan tubuh penuh dengan bintik bintik merah. Sempat saya mengigau ngigau .Tentu saja ,istri saya sangat cemas. Tiba tiba ,bagaikan mengingat sesuatu,istri saya membongkar seluruh isi tasnya. Dan mendapatkan sesuatu,yakni empedu ular,yang senantiasa dibawa kemanapun kami berpergian,termasuk saat ini di Australia,
Terus diracik dengan gunting kecil, di seduh dengan air hangat dan diminumkan kepada saya dan saya diberikan minuman air putih sebanyak banyaknya. Tidak berapa lama kemudian saya tertidur pulas,Tengah malam,saya terbangun,karena seluruh baju basah dan merasa haus. Istri saya menggantikan pakaian saya dan memberikan minuman,kemudian saya kembali tidur pulas.. Rasanya kalau diceritakan,seakan mendongeng ,keesokan harinya ,jam 9.00 pagi,saya sudah bisa bangun dan ikut rombongan tur,walaupun masih berjalan pelan pelan.
Selama 3 hari berturut turut saya diberikan minuman larutan empedu ular, dan dengan penuh rasa syukur, saya bisa ikut tur ke gunung Fuji dalam keadaan sehat kembali. Istri saya selalu membawa empedu ular ini dalam tasnya dan sudah menolong puluhan orang yang terkena DB. Kata Lina, apalah artinya uang 200 ribuan untuk membayar sebuah empedu ular karena dengan ini bisa menolong banyak orang.