Hadirkan Kebahagiaan Tersendiri
Sejak dalam beberapa hari belakangan ini,mendadak foto foto mesra kami  berdua ,sebagai pasangan gaek yang sama sama akan menapaki angka 78 tahun,tetiba jadi viral di Rumah Kita Bersama yang bernama Kompasiana. Bukan hanya sebatas foto,tapi dilengkapi dengan kisah kisah romantis perjalanan hidup kami berdua. Dan yang menulisnya adalah sejak dari mahasiswa hingga Professor.Â
Tulisan yang merupakan Kado Ultah Pernikahan kami yang ke 56 ini,bukan dalam bentuk humor,melainkan ditulis secara cermat dan tepat. Sebagian biografi kami berdua sudah tertuangkan dalam beragam tulisan yang dihadiahkan oleh para sahabat Kompasianer. Sejak mulai kami menapaki hidup dengan merangkak dalam lumpur kehidupan,gagal dalam usaha sebagai Pedagang antar kota, menjadi buruh di Pabrik Karet di PT Pikani ,di desa Petumbak Deli Serdang di pinggiran kota Medan,hingga menjadi guru dan Penjual Kelapa di Pasar Tanah Kongsi di kota Padang,secara detail tertuang dalam artikel khusus tersebut. Bahkan ada salah satu tulisan yang dihadiahkan bagi kami,dijadikan Headline ,yakni tentang bagaimana kami berdua melakoni dunia tulis menulis di Kompasiana tercinta ini

Berbagai perasaan bercampur aduk dalam diri saya dan isteri. Kami berdua saling memberikan informasi tentang sahabat Kompasianer yang menulis tentang kami .Rasa syukur yang mendalam bahwa kami berada dalam lingkungan yang sangat menyayangi kami .Kami tidak malu foto foto mesra kami di pajang dalam berbagai pose,karena memang begitulah hidup yang kami jalani. Dalam kenyataan memang begitulah hidup yang kami jalani.Kemanapun pergi,selalu bergandengan tangan. Bahkan kami makan sepiring berdua. Mabuk cinta? Â Ataukah kami berdua memasukki puber ke 4? Kami tidak memikirkan hal tersebut. Yang penting,prinsip hidup kami :"cinta itu jangan pura pura" Bahkan setiap hari kami tidur berpelukan.Mengapa harus malu?Â
Terkadang ,saking ngantuk,tulisan belum selesai,saya sudah ketiduran di sofa empuk dimana setiap hari kami duduk bersama di ruang kerja kami.DAn isteri saya membangunkan :"Koko bangun. tuh tulisannya belum selesai " Dan begitu juga kalau isteri saya asyik nonton drakor kelamaan,maka saya juga mengingatkan:"Hai Sayang,drakornya diistirahatkan dulu. Hari ini belum menuliskan?"Â

Dalam hal menjawab komentar yang masuk,saya justru belajar dari isteri saya. Yang betah,mengetik semua nama dan di print out.untuk dijadikan pedoman,mana komentar yang sudah dijawab dan mana yang belum. Dalam hal ini saya jauh ketinggalan,karena hanya mengandalkan daya ingat,sehingga seringkali terjadi komentar yang masuk kelupaan saya jawab. Â Kami berdua mencoba bersama sama menghafal nama teman teman yang sering berkunjung .Hingga kini ,diluar kepala saya bisa menuliskan secara tepat sekitar 6o nama Kompasianer.

Ya enggaklah. Masa iya sudah usia 78 tahun masih mau pamer kemesraan? Â Bila sesekali kami makan di restoran,selalu saya sampaikan pesasana dengan pesan kepada Pramusaji:" Special fried rice,one for sharing and 2 warm water please" Kami tidak malu malu makan sepiring berdua.Â
