Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014 - The First Maestro Kompasiana

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pikiran Negatif, Menjerumuskan Kita dalam Kemurungan

31 Oktober 2019   05:31 Diperbarui: 31 Oktober 2019   05:52 932
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: iamfearlesssoul.com

Tak seorang pun senang menengok wajah yang murung dan kusut dan pasti tidak akan ada yang mau menjadi mitra bisnis dengan orang pemurung dan pemarah. 

Bagi yang sudah berkeluarga,maka hal ini akan menciptakan "neraka" dalam rumah tangga. Anak dan istri menjadi sasaran kemarahan .Tak ada lagi home sweet home" Kondisi seperti ini akan menyebabkan hidup terpuruk semakin dalam.

Better Late Than Never

Seandainya,diri kita termasuk orang yang selama ini hidup dalam kemurungan dan penuh keluh kesah,maka mulai saat ini mulailah melangkah keluar dari lingkaran setan ini.

Lebih baik,terlambat,daripada tidak sama sekali.  Jangan tunggu hingga esok karena esok belum tentu akan ada lagi kesempatan untuk berubah. Seperti kata peribahasa: "Don't wait until to-morrow what you can do today,because to-morrow maybe too late"

Ditulis berdasarkan pengalaman hidup pribadi yang pernah terjerumus dalam kemelaratan selama tujuh tahun. Dan ketika mampu mengubah pikiran negatif,menjadi positif, maka secara bertahap,hidup kami mengalami perubahan yang luar biasa

Tjiptadinata Effendi

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun