Tiba Tiba Dewi Sudah Berada di Istana
Entah apa yang sudah terjadi, tiba tiba Dewi sudah berada disebuah istana yang megah dan amat indah. Dan pada saat ini ,didapatinya tubuhnya berada di tempat tidur yang sangat empuk. Saking besarnya kebahagiaan yang merasuk kedalam dirinya, maka Dewi menghempaskan tubuhnya berkali kali di kasur yang belum pernah dinikmatinya sejak dilahirkan di dunia.
Didepan tempat tidurnya ada cermin besar . Disana ia menengok tubuhnya sudah berbalut pakian sangat indah, mengalahkan pakaian Cinderrella ,seperti yang pernah disaksikannya lewat TV di kantor kelurahan. Disamping cermin besar, ada meja tempat berias dan disebelahnya ada sepiring penuh buah buahan ,yang belum pernah ditengoknya seumur hidup.
Lengkaplah sudah kebahagiaan yang dirasakannya. Hidup mewah, tidak perlu lagi mencuci pakaian disungai dan menanak nasi dan membakar ikan asin. Kini,semua yang diperlukannya sudah tersedia.
Namun anehnya tak satu orangpun ada di istana yang begitu besar. Tapi mabuk oleh kebahagiaan, menjadi orang kaya mendadak, maka Dewi mana mau merusakkan kegembiraan hatinya dengan memikirkan hal tersebut. Yang penting impiannya menjadi orang kaya sudah terwujud!
Dihinggapi Kerinduan Untuk Pulang
Menurut perasaan Dewi ,baru satu minggu ia berada diistana ini.Entah mengapa ,tiba tiba rasa rindu akan rumah dan desanya menyesak dalam dadanya. Luapan kebahagiaan yang sudah dinikmatinya selama satu minggu, seakan sirna ,bagaikan awan tertiup angin….Kini satu satunya keinginannya adalah pulang !
Namun Dewi tidak tahu jalan untuk pulang, Bahkan ia tidak tahu ,kini sedang berada dinegeri apa? Semakin dipikirkannya ,semakin sedihlah hatinya ,Kesedihannya kini,malah jauh lebih dalam bila dibandingkan dengan kesedihannya sewaktu masih hidup di kampung.
Tiba tiba dihadapannya berdiri seorang tua dan dengan tersenyum menyapa:” Mengapa menangis anakku? Bukankah ini hidup seperti ini yang kau impikan selama ini?”
“Kakek, mohon bawalah Dewi kembali ke rumah,Dewi sudah tidak tahan lagi hidup disini”
“Baiklah Dewi,pejamkanlah matamu .Aku akan mengantarkanmu pulang ke kampong halamanmu”