Curup Timur (07/08/2020). Pandemi Covid-19 yang mulai merebak sejak awal tahun di Indonesia telah meresahkan masyarakat. Hampir semua aspek kehidupan terdampak akibat Covid-19.
Walaupun kebijakan pembatasan sosial skala besar tidak diterapkan di Kabupaten Rejang Lebong, dampak pada aspek kehidupan contohnya ekonomi, pendidikan juga dirasakan oleh masyarakat Curup Timur.
Dikarenakan angka infeksi Covid-19 yang tidak tinggi di Kabupaten Rejang Lebong, pemerintah daerah memutuskan untuk menerapkan new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
Pada dasarnya, AKB ini adalah sebuah sistem bagi masyarakat guna menjaga produktivitas namun tetap aman dari bahaya penularan Covid-19. Sayangnya, banyak masyarakat yang salah memaknai istilah new normal.
Banyak yang menganggap bahwa new normal adalah kembali normal seperti semula, tanpa keharusan untuk mematuhi protokol kesehatan. Seorang anak SMP mengatakan, "Untuk apa pakai masker? Kan sudah normal. Virus corona sudah tidak ada lagi di Curup."
Untuk meluruskan pemahaman yang salah, Mahasiswa KKN Tim II Periode 2020 Universitas Diponegoro, Tithasiri Audi, melakukan penyuluhan secara door to door kepada warga di RT 5 Kelurahan Duku Ulu mengenai new normal atau AKB agar tidak ada lagi salah kaprah ke depannya.

Materi yang disampaikan dikemas dalam sebuah booklet yang berisi dasar-dasar hal yang perlu dibiasakan di masa pandemi, tak lain adalah memakai masker, menjaga kebersihan diri, jaga jarak, dan menjaga imunitas.
Warga merasa berterimakasih dengan adanya kegiatan KKN pulang kampung ini karena telah mendapatkan ilmu yang baru mengenai Covid-19 ini. Salah satu warga juga mengakui bahwa mereka memang tidak terlalu paham tentang apa itu new normal dan telah mendapatkan kejelasan dari kegiatan ini.
Pada akhirnya, diharapkan masyarakat dapat lebih paham mengenai new normal dan senantiasa mematuhi protokol kesehatan agar tetap produktif namun aman dari penularan virus Corona.
Oleh            : Tithasiri Audi Rahardjo / Fakultas Kedokteran
Dosen KKN Â Â Â Â Â : Nenik Woyanti, SE, MSi