Sosiologi hukum memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana hukum tidak hanya berfungsi sebagai seperangkat aturan formal, tetapi juga sebagai bagian integral dari dinamika sosial yang memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal ini memungkinkan untuk memahami dan mengkaji hukum dalam konteks yang lebih luas, dan mempertimbangkan implikasi sosial dan budaya dari sistem hukum.
ANALISIS YURIDIS EMPIRIS DAN YURIDIS NORMATIF
Analisis Yuridis Normatif :
Dari perspektif yuridis normatif, pengertian sosiologi hukum yang disampaikan menyoroti betapa pentingnya mempertimbangkan norma-norma sosial dan nilai-nilai dalam analisis hukum. Misalnya, jika kita meninjau implementasi suatu undang-undang tertentu, pendekatan ini akan menekankan evaluasi terhadap sejauh mana undang-undang tersebut mencerminkan nilai-nilai moral atau etika yang dipegang oleh masyarakat.
Analisis Yuridis Empiris :
Dari perspektif yuridis empiris, pengertian sosiologi hukum akan menuntut pendekatan riset lapangan dan pengumpulan data konkret. Contoh dari analisis ini adalah ketika para peneliti melakukan wawancara dengan anggota masyarakat atau melakukan survei untuk memahami bagaimana penerapan undang-undang tertentu secara langsung memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.
PEMIKIRAN HUKUM MAX WEBER DAN HLA.HART
Max Weber :
Weber mengembangkan konsep tentang hubungan antara hukum dan masyarakat. Salah satu konsep utamanya adalah "rasionalisasi hukum," di mana ia berpendapat bahwa evolusi hukum dari tradisional ke rasional merupakan hasil dari perkembangan sosial dan ekonomi. Weber juga membedakan antara hukum normatif dan hukum empiris, di mana hukum normatif adalah aturan formal dan tertulis, sementara hukum empiris merujuk pada praktik hukum yang sesungguhnya di lapangan.
H.L.A. Hart:
Hart dikenal dengan konsepnya tentang "hukum sebagai suatu sistem sosial" dalam bukunya "The Concept of Law." Ia membedakan antara hukum primair (norma-norma yang mengatur perilaku manusia) dan hukum sekunder (norma-norma tentang pembentukan, pengubah, atau pencabutan hukum). Hart juga memperkenalkan ide "undang-undang yang mengatur" (rules of recognition) yang menentukan kriteria untuk mengidentifikasi hukum dalam suatu sistem hukum.
Kedua tokoh ini memberikan kontribusi besar dalam pemikiran hukum dan sosiologi hukum. Weber menekankan aspek sosial dan budaya dalam pemahaman hukum, sementara Hart membawa perspektif analitis dan sistematis ke dalam studi tentang hukum.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H