PERUSAHAAN mutlak harus memiliki orientasi kewirausahaan dan memiliki strategi pemasaran yang bagus serta mampu membaca dan menciptakan peluang usaha.Â
Hal tersebut tentu sangat signifikan sebagai upaya mengembangkan usaha karena apabila pelaku bisnis terutama UMKM tidak mampu membaca situasi dan peluang yang ada, maka perusahaan dapat dipastikan menghadapi berbagai kendala, seperti: penjualan yang tidak mencapai target, sulitnya menciptakan peluang menghasilkan produk baru, terkendala memperlebar jangkauan pasar, dan lain sebagainya.
Tiga hal yang terpenting dalam mengembangkan usaha adalah: Â dimensi innovation, pro-activeness, dan risk taking.
Innovation
Dalam kaitannya dengan dimensi inovasi, Amrulloh (2016) melihat sebagai suatu yang penting dan harus senantiasa dikembangkan karena perusahaan yang bisa mendapat peluang memperluas jangkauan pasar akan mampu mengikuti dan mengimbangi kondisi perekonomian yang sangat dinamis. Oleh karena itu, UMKM harus memiliki kemampuan kompetitif yang kuat dengan cara melakukan inovasi-inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.Â
Inovasi dapat dilakukan dengan studi yang berkesinambungan, baik itu studi kekuatan resources internal perusahaan dan juga studi ekternal kekuatan perusahaan pesaing serta perkembangan pasar. Inovasi-inovasi yang ditampilkan dalam bentuk kinerja dan juga produk, harus disikapi dengan pro-activeness.
Pro-activeness
Dunia global dengan tingkat persaingan bisnis yang tinggi di ruang yang tidak terbatas perlu proaktif melakukan terobosan kerja dalam upaya meningkatkan kemampuan internal dan daya saing eksternal, termasuk proaktif melakukan studi komparatif serta mendekati konsumen dengan memanfaatkan kemajuan sarana TIK dalam arus media informasi yang sangat cepat.
Dimensi pro-activeness menjadi konsep strategi pemberdayaan dan pemasaran yang mencerminkan sikap pro-aktif dalam industri untuk mengetahui kekuatan internal dan memahami kebutuhan atau keinginan pasar yang dipengaruhi oleh perubahan lingkungan.