Misalnya, Toyota sebagai perusahaan manufaktur besar menerapkan sistem produksi lean manufacturing, yang mengurangi limbah, meningkatkan kualitas, dan mengoptimalkan waktu produksi
Indonesia bisa menerapkan pendekatan ini dengan mendorong industri yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi. Misalnya, pabrik-pabrik besar bisa diberikan insentif untuk menggunakan teknologi yang lebih ramah lingkungan atau menggunakan energi terbarukan.Â
Pemerintah bisa memperkenalkan regulasi ketat terkait emisi industri dan mendorong implementasi proses produksi yang efisien, mengurangi limbah, dan memanfaatkan bahan baku lokal.
Dengan demikian, Indonesia tidak hanya dapat meningkatkan daya saing industri dalam negeri, tetapi juga meminimalkan dampak lingkungan dari proses industrialisasi.
 2. Konektivitas dalam Infrastruktur Transportasi
Infrastruktur transportasi yang memadai merupakan tulang punggung untuk mendukung pertumbuhan ekonomi suatu negara, karena memungkinkan perpindahan barang dan manusia dengan cepat dan efisien. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki tantangan unik dalam mengembangkan infrastruktur transportasi yang terintegrasi. Contoh sukses dari negara lain yang bisa diambil adalah Cina dan Korea Selatan.
Cina, dalam beberapa dekade terakhir, telah mengembangkan jaringan infrastruktur transportasi yang luar biasa, termasuk jalan tol, rel kereta cepat, pelabuhan, dan bandara. Jaringan rel kereta cepat mereka, misalnya, memungkinkan konektivitas yang cepat antarprovinsi, sehingga mempercepat distribusi barang dan orang di seluruh negeri.
 Infrastruktur ini juga mendorong perkembangan ekonomi di daerah-daerah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau, sehingga membantu menciptakan ekonomi yang lebih merata.
Korea Selatan juga memiliki sistem transportasi yang sangat efisien, khususnya di wilayah perkotaan. Mereka berhasil mengintegrasikan berbagai moda transportasi, mulai dari kereta cepat hingga bus kota, sehingga memudahkan masyarakat untuk bepergian dengan nyaman dan cepat.Â
Salah satu teknologi yang mereka terapkan adalah kartu pembayaran tunggal yang bisa digunakan di berbagai moda transportasi, seperti bus, kereta, dan metro, sehingga masyarakat tidak perlu repot membeli tiket terpisah untuk setiap perjalanan.