Mohon tunggu...
Thoriq Ahmad Taqiyuddin
Thoriq Ahmad Taqiyuddin Mohon Tunggu... Penulis - Sarjana Hubungan Internasional. Pembaca, Penulis dan Analis Sosial.

Tertarik pada isu politik, hukum, filsafat dan dinamika global. Sesekali mengulas kultur populer dan review film.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Konsep Anarki Internasional dalam Kajian Hubungan Internasional

16 Oktober 2023   02:03 Diperbarui: 16 Oktober 2023   07:00 532
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kondisi Anarki, dimana tidak adanya kepatuhan semua negara pada satu hukum (image source: medium.com)

Konsep keseimbangan kekuatan adalah elemen penting dalam realisme. Dalam sistem anarki, negara-negara cenderung berusaha untuk menjaga keseimbangan kekuatan di antara mereka. Jika satu negara menjadi terlalu kuat, negara-negara lain mungkin berusaha untuk membentuk aliansi atau mengambil langkah-langkah untuk menjaga keseimbangan.

Meskipun anarki internasional adalah realitas yang tidak dapat dihindari dalam hubungan internasional, masyarakat global berusaha untuk mengelola tantangan yang muncul akibatnya. Meskipun anarki menghadirkan tantangan, komunitas global telah berupaya untuk meningkatkan kerjasama internasional dalam bidang seperti perdagangan, lingkungan, dan penyebaran senjata nuklir. 

Organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berusaha untuk mempromosikan perdamaian dan kerja sama global, ketidakpastian dalam anarki internasional seringkali berkontribusi pada konflik dan perang antara negara-negara yang bersaing untuk sumber daya dan kekuasaan, yang dapat menyebabkan konfrontasi militer.

Di sisi lain, Ancaman dari senjata nuklir. Negara-negara yang memiliki senjata nuklir berusaha untuk mempertahankan kekuatan mereka, sementara upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran senjata nuklir ke negara-negara lain.Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga telah membuka jalan bagi konflik dan serangan siber. Anarki dalam domain siber dapat menciptakan tantangan baru dalam hal keamanan nasional dan internasional.

Kondisi anarki mengharuskan negara-negara untuk menjalankan kebijakan ekonomi mereka sendiri. Namun, ini juga menciptakan ketidaksetaraan ekonomi di antara negara-negara, yang dapat menyebabkan ketegangan ekonomi. Adapun tantanga lainnya merupakan ancaman lingkungan global, seperti perubahan iklim, memerlukan kerja sama internasional yang lebih erat untuk menangani dampak anarki internasional pada lingkungan.

Kondisi anarki sulit dikelola kecuali dengan instrument yang dapat mengikat diatara para anggotanya, diantaranya adalah penerapan Hukum internasional. Upaya tersebut menciptakan aturan dan norma yang mengatur perilaku negara-negara di tingkat global. 

Ini mencakup perjanjian internasional, perjanjian perdagangan, dan konvensi hak asasi manusia, yang dikelola oleh organisasi internasional seperti PBB, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berusaha untuk mempromosikan kerjasama internasional dan menangani masalah global. Mereka menyediakan forum di mana negara-negara dapat berdiskusi dan bekerja sama dalam mengatasi tantangan bersama.

Karna ancaman yang muncul, Negara-negara sering membentuk aliansi militer untuk mengamankan keamanan nasional mereka, seperti North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang bertujuan untuk membantu menjaga keseimbangan kekuatan di Eropa. Aliansi ekonomi seperti Uni Eropa (UE) menciptakan bentuk kerjasama yang lebih dalam dalam perdagangan, ekonomi, dan kebijakan. Ini bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi bersama dan mengurangi ketegangan ekonomi.

Adapun upaya diplomasi tetap menjadi alat penting dalam menyelesaikan konflik internasional. Negara-negara mencoba untuk mencapai solusi damai melalui perundingan dan mediasi.

Anarki internasional adalah kenyataan yang mendasari dalam hubungan internasional. Ini menciptakan ketidakpastian, kompetisi, dan tantangan bagi negara-negara di tingkat global. Namun, dengan upaya yang tepat, komunitas global dapat mengelola dampak anarki ini dan bekerja sama untuk mencapai perdamaian dan kesejahteraan bersama. 

Melalui diplomasi, perjanjian internasional, organisasi internasional, dan kerja sama ekonomi, negara-negara dapat meminimalkan konflik dan memaksimalkan manfaat dari sistem internasional yang tidak memiliki pemerintah pusat. Dengan kesadaran yang dilahirkan oleh para akademisi dalam bidang Hubungan Internasional, tantangan yang dihadapi dapat dimitigasi dengan cara terbaik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun