demam berdarah. Maka dari itu, bekerja sama dengan Puskesmas Gendongan dan tim Kelurahan Siaga, serta adanya dukungan dari Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata LPPM UNNES, mahasiswa UNNES GIAT 6 melaksanakan grebek jentik serta pembagian larvasida kepada seluruh masyarakat Kelurahan Gendongan.Â
Memasuki musim hujan, jentik-jentik berkembang lebih cepat. Perkembangan jentik-jentik yang tidak dikontrol dapat menyebabkan perkembangbiakan nyamuk sehingga memperbesar risiko penyebaran penyakitKegiatan grebek jentik menyasar kepada seluruh warga Kelurahan gendongan. Mulai dari RW 1 hingga RW 5 Kelurahan Gendongan sangat antusias terhadap kegiatan ini. Grebek jentik dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pada tanggal 30 Oktober 2023 bersama Satuan Tugas (Satgas) jentik dari Puskesmas Gendongan dan 19 November 2023 bersama tim Kelurahan Siaga (Kelsi) Gendongan. Kegiatan dilakukan dengan pengecekan bak mandi, wadah air minum, dan penampungan air lainnya untuk memastikan bahwa tidak ada jentik yang berkembang biak di dalamnya. Selain itu, mahasiswa UNNES GIAT 6 juga memberikan penyuluhan mengenai pencegahan dan penanganan demam berdarah, diikuti dengan pembagian larvasida dan cara menggunakannya.Â
Antusias warga Kelurahan Gendongan akan kegiatan ini sangat membantu kelancaran kegiatan ini. Berdasarkan hasil kegiatan ini, kurang dari 20% rumah warga Gendongan yang memiliki potensi penyebaran demam berdarah dengan adanya jentik-jentik pada penampungan airnya. Hal ini menandakan bahwa masyarakat Gendongan sudah sadar akan kebersihan dan kesehatan lingkungan yang perlu dijaga.Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H