Ini dalih yang lebih payah di nalar. Mana mungkin lembu yang telah dibeli, tapi belum dicoba? Kalau pun belum dicoba, kan bisa dicoba pada hari berikutnya, toh lembu-lembu itu sudah menjadi miliknya.
3. Aku baru kawin (ayat 20)
Dalih yang coba dicocokkan dengan Kitab Suci. Dalam Ulangan 24:5, Tuhan mengizinkan seorang laki-laki yang baru menikah untuk tidak ikut berperang selama satu tahun demi ia menyukakan hati isterinya. Tapi, undangan ini kan untuk menghadiri pesta, bukan untuk pergi berperang!?
Singkatnya, ketiga dalih tersebut adalah alasan utama mereka menolak undangan yaitu: harta, pekerjaan, dan keluarga.
Akibat penolakan tersebut, maka murkalah sang tuan, lalu ia menyuruh hambanya untuk mengundang orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang buta dan orang-orang lumpuh (ayat 21). Itu pun belum cukup, lalu ia mengundang orang-orang di semua jalan dan lintasan agar ruang pesta terisi penuh (ayat 22-23).
Merupakan sopan santun di dunia Timur bahwa pesta tidak dapat dimulai sebelum semua tempat terisi. Dan sang tuan memastikan bahwa mereka yang telah menolak undangannya, maka mereka tidak akan diundang lagi (ayat 24).
Jelas, Yesus sedang menunjuk kepada orang-orang Farisi yang ada di situ sebagai perwakilan mayoritas orang Israel yang akan menolak undangan Perjamuan bersama-Nya pada pesta keselamatan kekal. Intinya, orang Israel akan menolak Yesus sebagai Mesias, Sang Juruselamat.
Akhirnya, Allah mengundang bangsa-bangsa non Israel untuk datang menerima keselamatan di dalam Yesus Kristus yang ditolak oleh orang Israel. Dan undangan kepada semua bangsa akan terus dikumandangkan oleh umat-Nya sampai Yesus datang pada kali yang kedua untuk masuk ke dalam pesta perkawinan Anak Domba Allah (Wahyu 19:6-10).
Undangan untuk masuk ke dalam hidup yang kekal sudah kita sambut. Sekarang, bagaimana dengan undangan untuk beribadah dan melayani Tuhan dalam keseharian kita? Apakah dalih harta, pekerjaan, dan keluarga menjadi penghalangnya? Hati-hati, jangan sampai undangan Tuhan tidak terdengar lagi karena ternyata undangan tersebut telah diberikan kepada orang lain!
Kiranya menjadi perenungan kita bersama. Demikianlah pelajaran Alkitab pada hari ini, sampai jumpa pada tulisan berikutnya. Tuhan Yesus memberkati. Haleluyah.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H