Sate Betawi H. Margani Kramatjati Jakarta Timur Langganan Mantan Gubernur Jakarta
Catatan Thamrin Dahlan
Bermacam kuliner sate nusantara bisa dinikmati rakyat Indonesia. Makanan khas negri ini ditandai potongan 4 daging ditusuk bambu kemudian di bakar. Kelebihan dari sate adalah makanan ini siap hidang dalam keadaan panas, segar ditambah lagi aroma sop kambing yang mengundang selera
Setelah dibakar diatas arang sate siap hidang panas panas berasap di campur bumbu kecap cabai bawang juga kacang. Syedap sekali rasanya. Biasanya nama dagang (merk) jualan sate selalu diiringi nama derah seperti Sate Padang, Sate Madura, Sate Tegal dan sate sate lain sesuai daerah masing masing.

Rumah Makan Sop dan Sate K H. Kambing H.Margani boleh dikatakan legenda. Pasalnya para mantan Gubernur Ali Sadikin, Tjokropranolo, Wiyogo adalah langganan Pak Haji.  Selain itu wisatawan  dari Timur Tengah pada zamannya menyengaja singgah untuk menikmati sop kambing hangat.
Kehadiran para pajabat itu dibuktikan adanya foto beliau bersama Pak Haji Margani ketika menikmati sop khas betawi dan sate ukuran super. Pada masa itu dokumentasi foto tersebut dipajang di dalam rumah makan dalam ukuran besar.

Ya sop dan sate memang enak sekali dengan bumbu khas betawi sehingga sangat terkenal di Jakarta. Seiring berjalan waktu ketika Pak Haji Margani wafat tahun 1996 maka usaha ini lambat laut surut. Apalagi ketika lokasi rumah makan di jual tahun 1999 menjadi ruko maka berpencarlah anak keturunan mendirikan kedai masing masing dengan tetap memakai nama dagang Sate Betawi H Margani..
Berdasarkan keterangan ahli waris, Kedai H Margani hanya boleh diteruskan oleh 12 putra putri kandung serta cucu.  Saat ini hanya ringgal 3 warung makan H Margani yang masih melayani pelanggan. Satu di kawasan Cililitan, satu lagi di Kampong Dukuh dan terakhir  malah melimpir ke Cibinong.
Rabu 30 Oktober 2019 saya bernostalgia rasa. Rumah Makan H. Margani masih ada, dikelola Mpok Lis (cucu H Margani) dan Bang Munir (suami) di dekat Pusat Grosir Cililitan (PGC) Jalan Raya Bogor. Ukuran kedai tidak terlalu besar, persis dipinggir jalan namun cukup nyaman untuk memenuhi selera.