Pesta Rakyat bernama Pilkada atau Pemilihan Kepala Daerah dimulai pada Rabu 27 November 2024. Pilkada ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok serta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.
Meski namanya pesta, tapi pesta rakyat ini hanya boleh diikuti oleh mereka yang sudah memiliki KTP yang berarti sudah memiliki hak pilih. Ada yang baru kali ini menggunakan hak pilihnya alias pemilih pemula, ada pula yang sudah berkali-kali setiap pesta rakyat itu bergulir.
Anak kedua saya, Annajmutsaqib, termasuk pemilih pemula. Ini adalah pertama kalinya dia menggunakan hak pilihnya. Usianya baru 17 tahun pada April kemarin. Anak saya pun bersiap menuju Tempat Pemungutan Suara atau TPS. Membawa surat undangan dan KTP.
Anak saya perginya bareng saya. Lokasi TPS tidak begitu jauh dari rumah. Mungkin sekitar 150 meter atau lebih? Meski demikian, kami ke sana dengan mengendarai motor. Lumayan panas, cuaca cukup terik soalnya.
Sampailah kami di TPS 034 di GOR Berlian 2, Perumahan Permata Depok, Pondok Jaya, Cipayung. Namun, pilkada ini tidak "semeriah" saat pemilihan presiden dan wakil presiden. Tidak ada hiasan-hiasan selain kertas suara pemilihan wali kota- wakil wali kota dan pemilihan gubernur - wakil gubernur Jawa Barat yang ditempel di papan.
Dinding GOR ini memang berwarna tapi bukan cat baru. Jauh sebelum pesta ini berlangsung, dindingnya memang sudah dicat berwarna warni. Tidak ada yang baru. Biasa-biasa saja. Apakah pilkada ini tidak semenarik pilpres? Apakah pilpres lebih "menyala" dibanding pilkada? Entahlah.
Seperti halnya pemilihan presiden dan wakil presiden, para pemilih harus mendaftar terlebih dulu dengan menyertakan surat undangan dan KTP. Petugas akan mengecek apakah nama kita tertera, kalaupun terdata apakah no KTP sesuai?
Setelah itu, warga dipersilakan menunggu di ruang tunggu yang sudah disediakan. Di sini, kursi-kursi plastik berjejer rapi. Meski kursi-kursi yang disediakan cukup banyak, namun tidak terisi semua. Hanya beberapa warga saja. Mungkin karena waktu pemilihan hingga pukul 13.00 WIB, jadi warga leluasa menentukan kapan ke TPS.
Karena yang daftar sedikit, maka waktu menunggu cuma sebentar. Sekitar 1 menit, nama kami dipanggil untuk menuju ke meja tempat kertas suara tersimpan. Petugas yang mengenakan seragam biru lalu memberikan dua kertas suara. Satu untuk pemilihan wali kota/wakil wali kota, satunya lagi untuk pemilihan gubernur/wakil gubernur Jawa Barat.