"Tuh, Rasulullah mah bisa memberi safaat, walau dituntut hutang ia punya jaminan surga. Lah Pak Iwan, kalau kalian tuntut ini itu, merasa tidak diterangkan hukum ini itu, mau bagaimana membela dirinya? Janganlah mempermalukan diri sendiri, seolah guru ngaji kalian tidak menerangkan. Kecuali kalian memang sudah tidak bisa diingatkan..."
"Sudah, sekarang semuanya boleh pulang." Kata suami menutup kisah Sahabat Rasulullah yang sudah membuat kami Minggu sore itu menangis berjamaah terbaper-baper dengan kisah "kebelaguan" Ukasyah.
Entah selanjutnya akan menurut atau kembali membangkang, yang jelas setelah suami selaku guru ngajinya menceritakan kisah Sahabat Rasulullah itu anak mengaji diharapkan bisa meneladani dan memahami betapa beratnya beban seorang yang diberikan amanah sehingga sekelas Rasulullah saja ingin melunasinya dulu sebelum meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya.
Semoga dengan membaca kisah Sirah Nabawiah ini, bila ada air mata, semoga jadi saksi kelak bahwa kita pun sangat cinta terhadap Rasulullah Saw.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI