PendahuluanÂ
Dalam era digital yang kini kita jalani, media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Dengan kemampuan untuk berbagi informasi dan berinteraksi dengan orang lain secara cepat dan mudah, media sosial telah membuka jalan bagi komunikasi yang lebih efektif dan luas. Namun, di sisi lain, media sosial juga telah menimbulkan beberapa implikasi negatif yang signifikan terhadap moralitas masyarakat. Salah satu dampak yang paling signifikan adalah rendahnya moralitas di masyarakat, yang disebabkan oleh berbagai faktor yang terkait dengan penggunaan media sosial.
Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna media sosial, yang telah membawa dampak yang tidak hanya pada cara kita berinteraksi dengan orang lain, tetapi juga pada cara kita berpikir dan berperilaku. Media sosial telah memungkinkan orang untuk berbagi pikiran dan perasaan secara cepat dan mudah, namun ini juga telah memungkinkan orang untuk berbagi informasi yang tidak akurat dan berita yang tidak jujur. Dengan demikian, media sosial telah memungkinkan penyebaran informasi yang tidak akurat dan berita yang tidak jujur, yang dapat mempengaruhi cara kita berpikir dan berperilaku.
Selain itu, media sosial juga telah memungkinkan orang untuk berbagi konten yang tidak pantas dan tidak etis, seperti konten yang menghina, menghujat, atau menghina. Dengan demikian, media sosial telah memungkinkan penyebaran konten yang tidak pantas dan tidak etis, yang dapat mempengaruhi cara kita berpikir dan berperilaku. Oleh karena itu, dalam makalah ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang rendahnya moralitas di masyarakat akibat dampak dari media sosial dan bagaimana cara mengatasi masalah ini.
ISI
Penggunaan media sosial telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Ini karena kemudahan akses dan banyak fitur interaktifnya, telah merajai aktivitas komunikasi dan interaksi sosial di banyak orang.Aplikasi media sosial yang terpasang di ponsel, seperti Facebook, Instagram, dan Twitter, memungkinkan orang untuk dengan cepat terhubung dengan teman, keluarga, dan konten yang mereka minati.Namun, penggunaan ponsel dan media sosial juga memiliki efek negatif. Banyak orang dalam masyarakat terlibat dalam aktivitas berbahaya seperti pelecehan online, penggunaan yang berlebihan, atau bahkan ketergantungan yang mengganggu produktivitas dan kesehatan mental.Dalam teori Vygotsky tentang pembentukan moral manusia, peran lingkungan sosial sangat penting. Dia berpendapat bahwa orang menginternalisasi prinsip-prinsip moral melalui interaksi dengan orang-orang dalam lingkungan sosial mereka, yang mencakup keluarga, teman, dan komunitas.
Berdasarakan teori perkembangan moral Kohlberg, menyatakan bahwa remaja melewati tahap-tahap dalam pemahaman moral mereka, mulai dari orientasi diri sendiri hingga orientasi pada prinsip moral yang lebih universal. Dengan adanya penggunaan media sosial yang tidak terkontrol sehingga banyak bermunculan konten-konten tidak etis yang dapat menghambat perkembangan anak serta lebih berorientasi pada diri sendiri, di mana anak hanya memperhatikan kebutuhan dan keinginan pribadi mereka tanpa mempertimbangkan moral dari tindakan mereka.
Penggunaan media sosial dapat memengaruhi moral masyarakat dalam berbagai cara, seperti menyebarkan informasi yang tidak benar atau merugikan; penggunaan yang tidak etis, seperti menyebarkan kebencian atau melakukan tindakan kriminal; dan mengubah cara orang berinteraksi dengan orang lain online. Oleh karena itu, masyarakat harus bijak memanfaatkan media sosial. Media sosial dapat menjadi alat yang bermanfaat bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Ini termasuk menyaring konten yang dikonsumsi, berpartisipasi dalam interaksi online yang positif, dan mengatur waktu penggunaan ponsel agar tidak mengganggu keseimbangan kehidupan sosial, mental, dan fisik.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI