Kapasitasku sebagai penulis di Kompas terbilang masih junior. Tidak banyak karya yang saya hasilkan di sini. Saya hanya menuliskan apa yang menjadi kemauan saya, bahkan belakangan pun tidak aktif. Namun saya tidak pernah melupakan jasa Pak Thamrin Sonata,kompasianer yang telah mengajariku banyak hal.
Saya belajar menulis sejak 2017 silam, belum lama memang. Tulisanku hanya sekadar berita-berita lokal, itu pun hanya kegiatan yang saya ikuti. Selebihnya jika hanya ada panggilan untuk menuliskan.Â
Waktu itu, saya hanya seorang tenaga kependidikan di sebuah madrasah ibtidaiyah. Lalu saya mendirikan sebuah taman baca di kampungku. Namun karena terjun di dunia literasi, otomatis belajar juga tentang kepenulisan.Â
Salah satu guru terbaikku adalah beliau, TS. Saya belajar ketika sudah mulai aktif menulis di Kompasiana. Saat saya menulis tentang taman baca yang dikelola, beliau mengomentari dan ingin mendonasikan bukunya untuk dimanfaatkan banyak orang.
Sejak saat itu saya mulai mengenalnya dan belajar banyak hal kepada Beliau. Hanya  melalui inbok di messenger dan komentar di akun facebook.Â
Namun dari beberapa obrolan singkat, banyak ilmu yang bisa kudapat. Pernah juga beliau mengajak untuk ngopi bersama, namun hingga kini belum sampai terlaksana.Â
Semoga beliau husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisiNya. Amiin.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H