Mohon tunggu...
Taufiq Sentana
Taufiq Sentana Mohon Tunggu... Guru - Pendidikan dan sosial budaya
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Praktisi pendidikan Islam. peneliti independen studi sosial-budaya dan kreativitas.menetap di Aceh Barat

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Selembar Malam (2)

9 Agustus 2023   23:08 Diperbarui: 9 Agustus 2023   23:08 72
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Selembar malam dan hujan yang menggelepar. Ada getar kemarin dari bayangan lemari. Susunan buku dan beberapa catatan lama. Suatu ringkasan rindu.

Bulan telah tidur pulas di seberang pulau. Kapal kapal dahaga telah berlalu. Seorang nelayan tua masih mencerna bau ombak dan gairahnya dari sebuah gubuk. Kosong dan lembab. Sepi yang padam.

Selembar malam tadi menyusup pelan pelan ke ruang tamu di antara deretan kenangan dan  photo keluarga. Sebaris jalan ke kampung halaman. 

Baca juga: Selembar Malam

Aku menatap ke halaman depan rumah, kaki kaki hujan yang berkejaran seperti hendak menerkam.

Baca juga: Selembar Waktu

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun