Profil Penyair
matanya memantulkan waktu
menjadi jembatan baru.
saat badai, ia merangkai ngilu
pada puisi yang belum usai.
saat santai, ia mengurai serat hayat
dari gambar orang orang yang lewat,
peristiwa peristiwa jadi surat.
saat matanya terpejam dalam dan khidmat, semua yang ia tuliskan
jadi lembaran lembaran. sebagian jadi doa dan cahaya. sebagian jadi siklus hujan.
BACA JUGA :
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI