Salah satu aspek yang memiliki peranan penting yakni manuskrip. Dalam membahas manuskrip kita harus mempelajari berbagai cabang ilmu yaitu filologi dan kodikologi. Filologi secara umum mengkhususkan pada pemahaman dan kandungan isi teks sedangkan kodikologi secara khusus mengkaji tentang asal-usul naskah dari segala aspek sejarahnya. Mulai mempelajari bahan naskah, jenis dan asal kertas,cap kertas, ilustrasi, tinta dll meneliti tempat naskah sebenarnya. Zaman ini banyak di antara kita yang tidak peduli akan hal itu, sebab apa? Membacanya saja sudah membuat kerut kening karena tulisannya yang sangat kuno tapi faktor-faktor utamanya ialah jumudnya pembelajaran tentang manuskrip yang ada di Indonesia, jarang sekali akademisi dari bidang filolog yang mengkreasikan kajian manuskrip dengan hal unik sehingga menarik minat dari orang lain. Mengedukasi mereka dengan kita mempelajari naskah baik isinya maupun fisiknya, kita menjadi tahu jati diri bangsa ini dan sejarah keemasan tentang peradaban keilmuan di Nusantara pada zaman dahulu.
Isi naskah
Kitab ini tidak memiliki pembahasan apapun didalamnya, isinya hanya tercakup pada zikir-zikir khusus yang terkumpul menjadi sebuah Hizib sebagai sarana beribadah dan zikir kepada Allah serta perwujudan abdi manusia terhadap Tuhannya, yakni Hizib Imam Nawawi dan Hizib Bahr Imam Syadzili. Kandungan masing-masing hizib memiliki faedah tersendiri, contoh hizib Imam Nawawi yang berisikan ziki-zikir, puji-pujian sanjungan kepada Allah disertai dengan tekad, keyakinan bahwa segala usaha dan upaya serta rencana mansuia tak terlepas dari kehendak Allah. Dan berfaedah untuk berlindung diri dari kejahatan jin, sihir, terpelihara dari tipu daya seseorang yang ingin berbuat zhalim kepada si pembaca.
Mengenai hizib Bahr ada sejarah unik didalamnya yang dimana teks hizibnya dibiarkan mengapung di laut maka dari itu hizib ini dinamai 'Hizbul Bahr'. Pencetus hizib Bahr berpendapat mengenai apa saja manfaat dan faidahnya diantaranya siapa yang membaca hizib ini niscaya dia akan selalu aman dari kejahatan, bala, marabahaya, dan musibah. Dan yang sedang sakit dengan mendawamkan nya akan diberikan kesembuhan atas izin Allah. Diantara dua hizib tersebut diselipkan bacaan al-Ikhlas 3 kali dan doa-doa keselamatan
Naskah ini diawali dengan bacaan: Bismillahirrahmanirrohim, Bismi Allah Allahu Akbar, Aqulu 'alaa nafsi wa 'alaa dini wa 'alaa ahlii wa 'alaa auladi wa 'alaa maalii wa 'alaa ashabii wa 'alaa adyanihim wa 'alaa amwalihim alfa alfi laa haula wa quwwata illa billah al-'aliyyi al-azhiimi......
Dan diakhiri dengan bacaan: Yā Allāh, yā Allāh, yā Allah, yā Rabbu, yā Nāfi’ū yā Raḥmān yā Raḥīm, as-aluka biḥurmati hāẓihi al-asmāi wa al-āyāti, wa ak-kalimāti sulṭānan naṣīran wa rizqan kaṡīran wa qalban qarīran wa qabran munīran wa hisāban yasīran wa ajran kebīran, wa ṣala Allāh ʽalā sayyidinā muhammadin wa Imam al-ʽArabī wa ʽalā ālihī wa ṣahbihī wa sallama taslīman kaṡīran
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H