Sampai sore kami berada di sana, tadinya ingin melihat sunset. Sayang matahari tertutup awan, tetapi langitnya terlihat tetap indah berwarna jingga dan ada pantulannya di atas air.

Setelah salat Isya keponakan keluar mencari sea food ke luar, dan pulangnya membawa ikan, cumi dan udang bakar. Kami makan dalam keadaan gelap, karena lampu mati kurang lebih setengah jam.
Malam harinya kami duduk di luar penginapan sambil melihat gelapnya pantai, tampak dari jauh lampu berkelap-kelip berasal dari perahu nelayan yang sedang melaut.

Untuk sarapan pagi, ada tukang bubur ayam yang datang ke penginapan, harganya sama dengan bubur di tempat yang lain.
Setelah semua sarapan, kami semua kembali ke pantai. Saya hanya menyaksikan dari pinggir sambil mengambil foto ananda beserta kakak ipar dan anak cucunya. Semua terlihat bahagia menikmati kebersamaan beserta keluarga tercinta setelah lama tidak bertemu.
Ombak di pantai Ujung Genteng tidak besar, sehingga aman bagi anak-anak untuk berenang dan airnya pun sangat jernih.

Setelah naik perahu, saya langsung mandi untuk bersiap-siap pulang, sementara anak-anak masih betah main air sambil melempar bola. Secara bergantian mereka mandi, dan mulai membereskan barang-barang bawaan.
Pukul 10.00 kami pamitan ke pemilik penginapan, dan langsung pulang. Rute yang dilewati berbeda dengan kemarin. Dari Kiara Dua menuju ke arah Pelabuhan Ratu, dan dari jembatan Bagbagan belok ke kanan menuju ke Cibadak.