Mohon tunggu...
Tanus Korbaffo
Tanus Korbaffo Mohon Tunggu... guru

saya adalah guru

Selanjutnya

Tutup

Diary

Petaka Menjadi Berkat!

29 Januari 2025   18:32 Diperbarui: 29 Januari 2025   20:12 78
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Saat kejunan di jalan, dalam perjalanan Kupang-Kefa. (Foto Tanus Korbaffo) 

Petaka Membawa Berkat !

Dalam kehidupan ini ada dua hal yang bersebrangan, yakni celaka atau petaka dan berkat (Untung dan rugi). Setiap manusia di bumi ini mendambangan kebahagiaan, sukses atau berkat. Pasti saja setiap orang berusaha agar tidak mendapatkan petaka, namun terkadang antara harapan dan kenyataan berbeda.

Dalam ulasan kali ini saya mencoba menghantar pembaca untuk masuk dalam situasi dimana orang terutama para perempuan tertentu berada pada titik nol kehidupannya, ternyata dibalik kehancuran itu sesungguhnya adalah berkat istimewa dari Tuhan.

Dalam ulasan ini, saya tidak bermaksud mengaminkan perbuatan dalam ulasan ini, namun mau mengatakan kepada pembaca, ternyata di balik setiap kisah hidup ada maksud tersembunyi dari Tuhan.

Beberapa waktu silam saya berjumpa dengan beberapa orang perempuan hebat yang memiliki masa lalu yang kelam. Ibu pertama memiliki seorang anak laki-laki ganteng hasil hubungan gelap dengan suami orang. Seiring perjalanan waktu sang perempuan hebat ini memang tidak menikah, ia focus mengurus anaknya itu dan puji Tuhan sang anak hasil hubungan gelap itu tumbuh berkembang menjadi anak yang baik dan dibanggakan dalam keluarga.

Saat berjumpa sang perempuan yang kini memasuki usia senja, ia berucap bahwa ternyata peristiwa kelam masa lalunya  itu adalah berkat istimewa dari Tuhan untuknya. Seandainya peristiwa kelam itu tidak ternyata saat itu, pasti hidupnya saat ini  tidak ada arti, ia tidak memiliki pengharapan, namun ia sangat bersyukur pada Tuhan ternyata Tuhan menggunakan cara yang tidak biasa untuk mencintai hidupnya. Malah sang ibu itu berucap sendainya Tuhan mengizinnya ia ingin memiliki paling tidak seorang anak laki-laki dan seorang perempuan.

Perempuan lain juga berucap yang sama, bahwa ia sangat bersyukur memiliki 2 anak yang saat ini sudah membantu hidupnya apalagi yang sulung sudah bekerja. Seandainya ia tidak memiliki anak saat itu, meski di cemooh oleh keluarga pasti kisah hidupnya saat ini sangat memprihatinkan, ia yakin mungkin saudara/I tidak terlalu memperhatikannya apalagi ia tidak memiliki suami.

Perempuan lain yang di jumpai juga mengungkapkan hal yang sama, mereka juga bisa berkisah bagaimana mengurus anak, berkisah bagaimana anak membantunya, apalagi kedua anak laki-lakinya yang oleh masyarakat sekitar kala itu di sebut anak haram kini sudah besar-besar dan ganteng-ganteng.

Jangan menangisi masa lalu tetapi lihatlah masa lalu sebagai guru hebat (Foto Tanus Korbaffo)
Jangan menangisi masa lalu tetapi lihatlah masa lalu sebagai guru hebat (Foto Tanus Korbaffo)

Sekali lagi, saya mau katakan bahwa saya sama sekali tidak mengaminkan perbuatan hamil di luar nikah seperti dikisahkan di atas, namun saya mau katakan bahwa Tuhan mencintai kita umat -- Nya dengan cara yang terkadang tidak kita pahami dan menyakitkan. Kita mesti sepakat bahwasannya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Jalan Braga Bandung, Ketika Bebas Kendaraan!

7 bulan yang lalu
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun