Dalam kehidupan ini ada dua hal yang bersebrangan, yakni celaka atau petaka dan berkat (Untung dan rugi). Setiap manusia di bumi ini mendambangan kebahagiaan, sukses atau berkat. Pasti saja setiap orang berusaha agar tidak mendapatkan petaka, namun terkadang antara harapan dan kenyataan berbeda.
Dalam ulasan kali ini saya mencoba menghantar pembaca untuk masuk dalam situasi dimana orang terutama para perempuan tertentu berada pada titik nol kehidupannya, ternyata dibalik kehancuran itu sesungguhnya adalah berkat istimewa dari Tuhan.
Dalam ulasan ini, saya tidak bermaksud mengaminkan perbuatan dalam ulasan ini, namun mau mengatakan kepada pembaca, ternyata di balik setiap kisah hidup ada maksud tersembunyi dari Tuhan.
Beberapa waktu silam saya berjumpa dengan beberapa orang perempuan hebat yang memiliki masa lalu yang kelam. Ibu pertama memiliki seorang anak laki-laki ganteng hasil hubungan gelap dengan suami orang. Seiring perjalanan waktu sang perempuan hebat ini memang tidak menikah, ia focus mengurus anaknya itu dan puji Tuhan sang anak hasil hubungan gelap itu tumbuh berkembang menjadi anak yang baik dan dibanggakan dalam keluarga.
Saat berjumpa sang perempuan yang kini memasuki usia senja, ia berucap bahwa ternyata peristiwa kelam masa lalunya itu adalah berkat istimewa dari Tuhan untuknya. Seandainya peristiwa kelam itu tidak ternyata saat itu, pasti hidupnya saat ini tidak ada arti, ia tidak memiliki pengharapan, namun ia sangat bersyukur pada Tuhan ternyata Tuhan menggunakan cara yang tidak biasa untuk mencintai hidupnya. Malah sang ibu itu berucap sendainya Tuhan mengizinnya ia ingin memiliki paling tidak seorang anak laki-laki dan seorang perempuan.
Perempuan lain juga berucap yang sama, bahwa ia sangat bersyukur memiliki 2 anak yang saat ini sudah membantu hidupnya apalagi yang sulung sudah bekerja. Seandainya ia tidak memiliki anak saat itu, meski di cemooh oleh keluarga pasti kisah hidupnya saat ini sangat memprihatinkan, ia yakin mungkin saudara/I tidak terlalu memperhatikannya apalagi ia tidak memiliki suami.
Perempuan lain yang di jumpai juga mengungkapkan hal yang sama, mereka juga bisa berkisah bagaimana mengurus anak, berkisah bagaimana anak membantunya, apalagi kedua anak laki-lakinya yang oleh masyarakat sekitar kala itu di sebut anak haram kini sudah besar-besar dan ganteng-ganteng.

Sekali lagi, saya mau katakan bahwa saya sama sekali tidak mengaminkan perbuatan hamil di luar nikah seperti dikisahkan di atas, namun saya mau katakan bahwa Tuhan mencintai kita umat -- Nya dengan cara yang terkadang tidak kita pahami dan menyakitkan. Kita mesti sepakat bahwasannya