Mohon tunggu...
Tanus Korbaffo
Tanus Korbaffo Mohon Tunggu... Guru - guru

saya adalah guru

Selanjutnya

Tutup

Diary

Yang Memiliki Harus Siap Untuk Kehilangan

5 Juni 2024   07:54 Diperbarui: 5 Juni 2024   08:06 122
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Saat mengawas ujian akhir semester (dok. pribadi)

Yang Memiliki Harus Siap Untuk Kehilangan !


Kami 10 bersaudara, 4 laki2 dan 6 perempuan. Orang tua petani. Kami sangat bahagia saat musim jagung muda dan atau musim panen. Dua atau tiga bulan kemudian kami harus berjuang keras untuk mendapat jagung, sedangkan beras sulitnya minta ampun. Justru kesulitan inilah yang membuat kami kuat. 

Seiring berjalannya waktu kami harus kehilangan bapak. Syukur saat kehilangan bapak kakak2 sudah bisa membantu mama dalam mengerjakan kebun sehingga panenan cukup untuk kami bisa makan. 

Waktu tidak bisa ditahan, kakak2 mulai menemukan jodoh dan menikah, satu persatu pergi membangun rumah tangannya sendiri, susah senang dia sendiri pikul. 

Di SDN Sainoni saya punya banyak teman, namun saya harus kehilangan mereka karena pindah ke SDK Oekusi,saya harus kehilangan teman2 di SDK Oekusi saat taman. Sama halnya di SMPK St.Antonius, SMAN Pante Makasar, D3 Kateketik Kefamenanu, teman2 guru di SMPK Aurora Kefamenanu. Lagi2 harus kehilangan teman2 dan para dosen di IPI Malang-Jawa Timur.

Di bulan Janwari awal tahun 2003 saya  tercatatat sebagai guru SMPK STA.THERESIA Kupang. Kala itu saya berjumpa dengan banyak guru senior. Drs.Ambrosius Oki, Drs.Antonius Anton, Athasiys Berek, S.Pd, Jakobus Seran, S.Pd. Jerimias Dua, S Pd. Zardy Lazarus Laak, Maria Lewar, Tinik Royaniwati, Alex Tobu, Fransika Ngame, dia.Gomes Djati, dll. Seiring perjalanan waktu satu persatu pergi,  saya harus kehilangan mereka, ada yang pensiun, ada yang meninggal dan ada yang pindah.

2007 saya membeli sepotong tanah di Bello dan dan 2011 kami mulai menetap, sebelum saya harus kehilangan orang2 di Gua Lordez setelah 7vtahun kami bersama.

Di Bello sebagai orang yang aktif di Gereja maupun masyarakat, banyak orang yang saya jumpai dan di antara yang saya jumpai banyak yang sudah pergi dan harus kehilangan mereka. Bpk. Paulus Lake, Kons Parera, Anton Dhiu, Ambros Olla. Dll.

Akhir kata, kehilangan itu memang pahit, namun lewat kehilangan kita belajar bahwa betapa terbatasnya hidup ini.

Ruang IX PAT

SMPK Sta Theresia Kupang

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun