Mohon tunggu...
Tan Sati
Tan Sati Mohon Tunggu... wiraswasta -

penulis dan pembaca sajak

Selanjutnya

Tutup

Puisi

mati kami!

5 Maret 2014   14:43 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:13 10
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com


gemuruh mesin nyentak telingaoonestapa apa yang kalian berikan kepada kamiyang hutannya tempat bermainyang alamnya tempat tertawayang pohonnya tempat berteduhyang akarnya tempat bergantungyang daunnya penyembuh lukayang airnya pelepas dahagayang rindangnya tempat melepas lelahyang kalian bakaryang kalian sudahi paginya dengan gelapyang kalian tebar sakitsesak nafasngapngapngapngapngapngapyang kami kalian matikandengan asapasapasapkalian tebarkalian semaidan kini menjadi badaimati kami!

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun