Didepan awak media, pada hari Senin (06/03/2023) Gubernur Jambi, Al Haris mengungkapkan aktivitas angkutan batubara yang ditutup 3 Maret kemarin akan dibuka kembali pada hari sabtu depan. Beliau mengatakan hal ini tergantung dengan selesai atau tidaknya perbaikan jalan rusak di tiga titik di Kabupaten Batang Hari.
Disaat yang sama beliau mengungkapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab memperbaiki jalan tersebut, dan menjanjikan jalan tersebut akan selesai pada sabtu (11/03/2023) mendatang.Â
Gubernur Jambi berasumsi bahwa aktivitas ini sangat menguntungkan masyarakat yang tinggal disekiraran ruas jalan nasional, beliau juga mengungkapkan jalan itu ditujukan bagi kendaraan-kendaraan kecil. Â
Penulis sangat mengkritisi kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah, karena kebijakan yang diterapkan oleh Gubernur Jambi karena terkesan plin-plan, karena di flyer yang tersebar dimedia sosial, bahwa angkutan batubara ini tidak boleh beroperasi sampai waktu yang tidak ditentukan. Namun kenyataannya tidak seperti di flyer tersebut.Â
Seharusnya Pemerintah tidak boleh takut dengan Perusahaan, karena sesuai ketentuan yang berlaku bahwa perusahaan harus memiliki jalan transportasi sendiri guna mengangkut hasil tambang batubara.Â
Sudah saatnya Gubernur Jambi sebagai pemegang kekuasaan eksekutif daerah untuk mengambil langkah tegas supaya armada batubara tidak diizinkan melewati ruas jalan nasional sampai proyek jalan khusus selesai dibangun.
 Lalu, pemeritah harus memikirkan masyarakat yang terkena dampak negatif dari angkutan ini, contohnya mahasiswa Universitas Jambi dan Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syarifudin Jambi serta masyarakat sekitar kampus tersebut.Â
Padahal, mahasiswa adalah Agent of Change yang akan meneruskan peradaban negeri ini kedepannya dan masyarakat sangat terganggu karena aktivitasnya menjadi tidak tepat waktu karena terjebak kemacetan yang ditimbulkan oleh armada batubara, terutama pengemudi yang bandel memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.Â
Selain itu, kegiatan transportasi sembako dan kebutuhan masyarakat lainnya menjadi terhambat akibat kemacetan yang ditimbulkan oleh aktivitas armada batubara ini, sehingga banyak bahan dapur seperti ikan mati dijalan sehingga kesegarannya tidak terjamin akibat kemacetan ini. Sudah saatnya pemerintah tegas terhadap permasalahan ini, karena menyangkut hidup orang banyak, bukan hanya perusahaan batubara dan armada batubara saja. Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI