Mohon tunggu...
Syifana Awuru Putri
Syifana Awuru Putri Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Sejarah

Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul Ulum, Prodi Sejarah Peradaban Islam

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Jalur Sutra, Ternyata Istilah Baru yang Dipopulerkan Von Richthofen

19 April 2021   22:20 Diperbarui: 19 April 2021   22:53 979
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Peta Asia menunjukkan bentangan luas "jalur sutra" yang menghubungkan Asia dan Eropa (Kredit Foto: digitalcollections.universiteitleiden.nl)

Sebenarnya istilah "jalur sutra"  yang populer dalam buku sejarah di sekolah, tidak dikenal pada zamannya. Jalur yang menghubungkan Eropa dengan Asia ini, dulu tidak disebut Jalur Sutra. 

Kini Pemerintah Cina memiliki "jalur sutra baru" yang disebut "one belt one road", yang berawal dari istilah Silk Road akhir abad 19. Istilah jalur sutra tersebut barulah digunakan dalam buku-buku referensi, setelah seorang ilmuwan Barat, Richthofen, menulis risetnya mengenai dataran Tiongkok.

Mengenal von Richthofen

Ferdinand von Richthofen, seorang penjelajah Jerman, ahli geografi dan ahli geologi lahir pada tanggal 15 Mei 1833 yang terkenal karena menciptakan istilah "Silk Road" atau Jalur Sutra, untuk mendeskripsikan jalur perdagangan cukup panjang yang menghubungkan Tiongkok dengan dunia barat. Richthofen menggunakan kata bentuk baru untuk istilah Jalur Sutra dengan hemat dan cara yang sangat terbatas. Baginya, Jalur Sutra adalah satu rute tunggal ke "Tanah Sutra".

Potret Richthofen tahun 1893. Kredit Foto: archive.org
Potret Richthofen tahun 1893. Kredit Foto: archive.org
Dalam buku The Silk Road a New History karya Hansen Valerie menyebutkan Istilah Silk Road adalah penemuan baru. Orang-orang yang tinggal di sepanjang jalur perdagangan yang berbeda tidak menggunakannya. Mereka menyebut rute tersebut sebagai jalan menuju Samarkand (atau apapun kota besar berikutnya), atau terkadang hanya rute "utara" atau "selatan" yang berada di sekitar gurun luas.

Jalur Sutra ditampilkan sebagai jalur yang relatif lurus dan dilalui dengan baik, tetapi tidak seperti demikian. Lebih dari 100 tahun penyelidikan arkeologi, telah mengungkapkan tidak ada rute beraspal yang ditandai dengan jelas di seluruh Eurasia, melainkan tambalan dari jalan setapak yang melayang dan jalan setapak yang tidak bertanda. Pernyataan dalam buku The Silk Road a New History. 

Life along the Silk Road, karya Susan Whitfield menyatakan bahwasannya istilah "Silk Road" diciptakan pada tahun 1877 oleh Baron Ferdinand von Richthofen. Richtofen merupakan seorang ahli geografi Jerman dengan kepentingan komersial dalam usulan perkeretaapian untuk menghubungkan Eropa dan Cina melintasi Eurasia.

Atlas Von China salah satu produk hasil riset Ferdinand von Richthofen. (Kredit Foto: https://digitalcollections.universiteitleiden.nl)
Atlas Von China salah satu produk hasil riset Ferdinand von Richthofen. (Kredit Foto: https://digitalcollections.universiteitleiden.nl)
Richthofen menulis Atlas Lima Volume yang menggunakan istilah Silk Road untuk pertama kalinya. Petanya, direproduksi dalam pelat warna 2--3, menggambarkan rute antara Cina dan Eropa pada zaman Romawi sebagai rute utama. Ferdinand von Richthofen menggunakan garis merah untuk menggambar rute utama. Dalam banyak hal Jalur Sutranya menyerupai jalur kereta api lurus yang membelah Eurasia. Faktanya, von Richthofen ditugasi merancang jalur kereta api potensial dari wilayah pengaruh Jerman di Shandong melalui ladang batubara dekat Xi'an sampai ke Jerman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun