Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Asesor LSP Dana Pensiun Lisensi BNSP - Edukator Dana Pensiun - Mantan Wartawan - Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor - Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak - Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang), Pengurus IKA UNJ (2017-sekarang). Penulis dan Editor dari 52 buku diantaranya JURNALISTIK TERAPAN, Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen Surti Bukan Perempuan Metropolis. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Trip

Hebat Konsumen Pertama Kopi Lentera, Jajan Rujak Cireng Tanpa Minum?

3 Mei 2024   22:10 Diperbarui: 3 Mei 2024   22:19 407
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kopi Lentera, baru saja soft opening Minggu ini. Nah siapa konsumen pertamanya? Tidak tahu siapa, tapi dari struk-nya dia pesan rujak cireng + Indomie, bayarnya Rp. 38.000. Cuma begitu lihat struk, kok dia nggak minum ya? Hebat juga sih, makan rujak cireng dan Indomie tapi nggak minum. Atau mungkin, minumnya bawa sendiri kali ya. Tapi nggak masalah sih, yang penting makan dan nongkrongnya di Kopi Lentera. Terima kasih ya konsumen pertama Kopi Lentera.

Just info aja. Kopi Lentera itu tempat ngopi dan nongkrong yang literat. Di setiap mejanya ada buku bacaan. Tempatnya di Rooftop Baca TBM Lentera Pustaka. Bolehlah dibilang "kedai kopi" milik taman bacaan. Yang mengelola wali baca dan relawan TBM Lentera Pustaka, mereka yang mengabdi dan menjalankan aktivitas taman bacaan tanpa pamrih. Makanya Kopi Lentera dibikin, agar bisa jadi UMKM atau usaha kecil-kecilan buat ongkos dan jajan wali baca + relawan TBM Lentera Pustaka. Asal bisa nutup modal dan ada lebihan sedikit sudah cukup. Sesederhana itu aja. Kedai kopi di mata TBM Lentera Pustaka misinya tetap sosial, nggak buat jadi lebih kaya.

Ngopi dulu, biar nggak ngomong mulu. Nanti malu, kan lebih baik membaca buku. Kopi Lentera yakin banget. Asal niatnya baik, ikhtiarnya bagus + tambah doa yang baik, insya Allah hasilnya akan baik lagi berkah. Ngopi, kata kaum penikmat kopi nggak bakal bikin miskin. Bikin Kopi Lentera pun nggak bakal bikin kaya. Karena niatnya untuk kebaikan wali baca dan relawan yang selama ini berkiprah di taman bacaan. Bismillah, insya Allah lancar dan berkah.

Buat yang sempat melangkahkan kaki ke daerah Gunung Salak Bogor, jangan lupa mampir ke Kopi Lentera. Seruput secangkir kopi untuk tegaknya gerakan literasi dan taman bacaan. Suguhan kopi lentera, mau pahit mau manis justru bikin mata lebih terbuka. Apalagi ditambah rujak cireng. Dapatkan update-nya di IG @kopilentera.cafe ya.

Dan sebagai pendiri TBM Lentera Pustaka, insya Allah, saya jajan di Kopi Lentera minimal 200 ribu tiap hari Minggu. Oke kan? Salam Kopi Lentera, kafenya pegiat literasi. #KopiLentera #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

Sumber: Kopi Lentera
Sumber: Kopi Lentera

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun